oleh

STIK dan STIKPAR Tamalatea Gelar Wisuda Periode 26

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Tamalatea Kota Makassar menggelar Wisuda Sarjana Kesehatan Periode XXVI di Hotel Dalton, Kamis (7/10).

Tak hanya program strata 1, STIK dan STIKPAR Tamalatea juga menamatkan untuk Magister Sarjana Kesehatan Periode XI, dan Sarjana Terapan Pariwisata Periode VI Tahun Akademik 2020/2021.

Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea (STIK) dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Tamalatea ini diikuti oleh 165 wisudawan. Rinciannya, sebanya 88 wisudawan S-1, 69 wisudawan S-2, dan 8 wisudawan Diploma 3.

Meski dilakukan di masa pandemi, tetapi acara wisuda sarjana ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti para wisudawan dan tamu yang hadir memakai masker, dn menyediakan hand sanitizer serta jarak jarak.

Ketua Yayasan Pendidikan Tamalatea, Rahmat Haris mengatakan dipilihnya STIK dan STIKPAR Tamalatea menjadi sebagai lembaga pendidikan untuk menimbah ilmu dan pencapaian di masa depan merupakan pilihan yang tepat.

“Yayasan pendidikam tamalatea dipilihnya stik dan par tamalatea sebagai lembaga pendidikan tempat menimbah ilmu dan pencapaian dimasa depan meruapakan pilihan yang tepat dan bijak,” ujar Rahmat.

Ia menilai hal tersebut sejalan dengan visi yayasan pendidikan Tamalatea yang tak hanya menciptakan pengembangan keilmuan dan peningkatan mutu. Tetapi, berkomitmen membentuk lulusan insan akademik yang berakhlak mulia.

“Yayasan pendidikan tamalatea berkomitmen membentuk insan akademik yang berakhlak mulia sehingga bukan sekedar batas keilmuuan namun tetap menjalani kehidupan kesehariannya,” paparnya.

Ia mengingatkan juga kepada para wisudawan untuk tetap menjaga nama baik almamater setelah lulus dari STIK dan STIKPAR Tamalatea dan menunjukkan hal tersebut melalui karya yang dapat di manfaatkan di masyarakat.

“Namun bagi mahasiswa. Wisuda adalah langkah awal wisudawan bukan lagi status istimewa mahasiswa yang dinamis dan kritis namun mereka akan diuji dan dinilai oleh masyarakat melalui karya yang dihasilkan yaitu bagaimana ilmu yang selama ini diperoleh dapatt dimanfaatkan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)