oleh

Soal Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Rusun ASN di Sinjai, Kejari Datangkan Tiga Saksi Ahli

SINJAI, RAKYATSULSEL.CO- Kasus Dugaan Korupsi pembangunan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) telah masuk dalam tahap penyidikan.

Namun hingga kini, Kejari belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai, Adjie Prasetya mengatakan, kasus ini terus didalami oleh Jaksa penyidik. Bahkan, pihaknya mendatangkan sejumlah ahli untuk mengusut kasus ini.

” Masih terus kita dalami. Saat ini, kami meminta keterangan 3 orang saksi ahli, yaitu ahli pidana, ahli fisik dan ahli konstruksi bangunan untuk mengungkap kasus ini, “ujarnya, Kamis, (07/10/2021).

Walaupun, lanjut Adjie pihaknya sudah memeriksa Kontraktor dan PPK, termasuk meminta keterangan saksi ahli untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang timbul dalam pembagunan rusun tersebut, namun pihaknya belum bisa menetapkan tersangka dalam proyek APBN ini.

“Belum (Ada Tersangka) mas,”jelasnya.

Adjie mengungkapkan, Rusun ASN tersebut dibangun pada tahun 2018 lalu melalui APBN Kementerian PUPR dengan jumlah anggaran sebesar Rp 13,8 Miliar. Kasus ini sendiri mulai diusut oleh Kejari Sinjai karena pasca dibangun ditemukan adanya indikasi kualitas bangunan yang rendah.

“Kami temukan adanya kebocoran, keretakan pada bangunan, juga beberapa bagian dinding dan plafon mulai berjatuhan sehingga dinilai kualitas bangunan rendah,”tandasnya. (Sam).