oleh

Proses Perampungan Kontainer Terkendala Administrasi Pengadaan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penyelesaian pekerjaan kontainer Makassar Recover ditarget rampung Oktober ini. Kendati begitu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muh. Ansar mengakui, lambannya pengerjaan salah satunya disebabkan oleh tersendatnya proses yang melibatkan pihak ketiga.

Dia menyebut, pengerjaan kontainer sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing Lurah. Pembangunannya sudah diatur dan pengadaannya terbagi dua. Bisa dikerjakan Pokmas (kelompok masyarakat), bisa juga penyedia.

“Memang ada kelihatan bahwa yang dikerjakan oleh penyedia itu agak lambat, tapi jalan. Lambat karena ada proses yang harus dilewati,” ucap Ansar, Kamis (7/10/2021).

Pengerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga disebut terkendala pada proses administrasi. Berdasarkan laporan yang diterima Ansar dari bidang Unit Layanan Pengadaan (ULP), diketahui ada regulasi baru yang mengatur tentang pemilihan penyedia dengan metode penunjukan langsung.

“Sekarang kan beda aturannya. Ada aturan baru per Juni 2021. Dulu penunjukan langsung itu sangat mudah, sekarang banyak proses administrasinya dan harus dievaluasi juga,” jelasnya

Dia menyebut, kontainer yang sudah tuntas dikerjakan oleh Pokmas sudah mencapai 90 persen. Sementara yang dikerjakan oleh penyedia, Ansar mengaku belum tahu pasti.

“Persentase rampung dari Pokmas sudah 90 persen ke atas. Bahkan ada yang bikin melebihi standar yang ditentukan. Ada yang tambah plafon di luar, ada yang sudah tambah meja kursi padahal di RAB tidak dianggarkan itu,” bebernya.

Selain itu, kendala lokasi juga jadi salah satu masalah. Sejumlah kelurahan ada yang keliru menempatkan kontainer di wilayahnya.

“Ini barang kan tidak boleh disembunyikan. Harus terlihat dan mudah dijangkau karena jadi pusat Makassar Recover di kelurahan,” jelas Ansar.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sudah memberi kesempatan bagi Camat dan Lurah hingga 26 September 2021 lalu untuk merampungkan kontainer. Namun, kelonggaran masih diberikan hingga akhir Oktober ini.

“Saya kira Oktober ini. Kalau kita menghadapi gelombang ketiga, ini harus kita persiapkan baik. Tidak boleh kita lengah,” jelas Danny. (Cr1)