oleh

Kesaksian Eks Kabiro Sulsel Ungkap NA Minta Dana Operasional Rp2 Miliar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan beberapa orang saksi di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Kamis (7/10/2021), salah satu diantaranya, Sari Pudjiastuti, Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel.

Saksi Sari mengaku, ada arahan dari terdakwa Nurdin Abdullah terkait pemenangan program tertentu untuk beberapa kontraktor. “Ada, misal memenangkan pak Agung Sucipto pada paket pengerjaan ruas jalan Bonto lempangan” ungkap saksi.

Lalu, kesaksian Sari mengungkapkan ada 3 hingga 4 kali dipanggil ke rumah pribadi Nurdin Abdullah melalui komunikasi dari Syamsul Bahri. Saksi juga mengakui ada beberapa nama yang diarahkan oleh NA untuk dimenangkan, diantaranya ada Yusuf Rombe, Petrus, Andi Kemal, Tiau, H. Momo yang dominan mengerjakan proyek ruas jalan provinsi.

Saat Jaksa mempertanyakan kepada saksi mengenai upaya yang saksi lakukan demi mengakomodir arahan dari terdakwa NA. Saksi mengungkapkan upayanya melalui Pokja bila dokumen tender sudah masuk, saksi menyampaikan ke Pokja bahwa ada permintaan dari NA untuk memenangkan nama-nama tersebut dalam proyek. Pokja mengiyakan asalkan memenuhi persyaratan umum yang berlaku.

“Saya sampaikan, ini ada permintaan dari Bapak NA untuk memenangkan pak Agung Sucipto” ungkap Saksi.