oleh

Ipar dan Adik NA Jadi Broker

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ipar Nurdin Abdullah (NA), Hasmin Badoa dan adik Nurdin, Mega Abdullah menjadi perantara atau broker proses jual beli tanah di kawasan kebun raya Pucak, Maros, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan pemilik tanah, Abdul Samad saat menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur dengan terdakwa Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar, Rabu (6/10/2021).

Abdul Samad dalam kesaksiannya mengaku awalnya dihubungi Hasmin Badoa terkait tanah tersebut.

“Awalnya itu kami dihubungi Hasmin Badoa, tanyakan apakah tanah itu mau dijual. Disampaikan ke saya yang sebenarnya yang mau membeli ini Pak Nurdin Abdullah secara pribadi. Waktu tawar menawar, istri Pak Hasmin Badoa dan ibu Mega,” ungkap Abdul Samad.

Dia mengaku luas tanah yang diajual ke Nurdin Abdullah sekitar 13 hektare dan bersertifikat. Ada enam sertifikat dan satu surat keterangan tanah. Harga yang disepakati Rp2, 2 miliar. Sudah dilunasi dan diterima secara tunai di rumah Hasmin Badoa.

“Saya pernah mendengar tanah yang saya jual ada di bangun masjid. Penyerahan uang dibayarkan di rumah Hasmin Badoa, ada akte jual yang saya tandatangani, ada enam akta jual beli. Waktu itu pak Nurdin Abdullah tidak ada, yang saya tahu ada nama Nurdin Abdullah dalam AJB itu sebagai pembeli,” urainya.

Dalam sidang tersebut, Jaksa KPK juga menghadirkan ketua pembangunan masjid, Suardi dan Aminuddin selaku bandahara pembangunan masjid.