oleh

Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal Bisa Jadi Solusi Hindari Dampak Bencana

MASAMBA, RAKYATSULSEL.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, sekaligus Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), Senin (4/10).

Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Sabbang Selatan. pelatihan ini dibuka Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan dihadiri oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara Muslim Muhtar.

Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar menyampaikan ada sebelas desa yang menjadi sasaran pembentukan Destana. Diantaranya, Desa Mari-Mari, Desa Pompaniki dan Desa Pengkendekan.

Pelatihan ini, sambung Muslim bertujuan agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan. Termasuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga bisa meminimalisir dampak dari bencana.

“Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa terlindungi dampak yang merugikan akibat bencana yang menimpa wilayahnya, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelas Muslim.

Sementara, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyambut baik kegiatan pelatihan mitigasi bencana dan pembentukan destana yang digagas BPBD.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi upaya pemerintah meminimalisir terjadinya korban jika terjadi bencana.

“Melalui pelatihan ini kita berharap bagaimana meminimalkan korban. Bahkan kalau bisa zero victim alias tak ada korban,” jelas Indah.

Dikatakannya, salah satu bentuk mitigasi yang wajib dilakukan adalah menyiapkan ransel bencana. “Setiap rumah harus menyiapkan tas bencana. Isinya kebutuhan dasar seperti pakaian, obat-obatan, makanan dan minuman siap dikonsumsi,” kata dia.