oleh

Lewat Politik, Erna Rasyid Taufan Dinilai Bisa Kibarkan Misi Dakwah Lebih Luas

PAREPARE, RAKSUL- Hingga saat ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan belum menanggapi permintaan para kader dan simpatisan yang mendorongnya sebagai calon tunggal Ketua DPD II Partai Golkar Parepare.

Istri Wali Kota Parepare ini nampaknya penuh kehati-hatian dan pertimbangan dalam memberikan keputusan. Meski demikian, para kader dan simpatisan penuh harap agar Dai’ah itu dapat segera menerima permintaan mereka demi memberikan warna dan corak baru dalam kanca perpolitikan.

Sosoknya yang inspiratif dan berhasil memajukan sejumlah organisasi sosial, kemasyarakatan, serta keagamaan dinilai menjadi pondasi kuat bagi Erna dalam membawa politik yang uswatun hasanah (teladan).

Sejumlah petinggi organisasi yang dipimpin dan dibinanya juga menyebut Erna adalah sosok pemimpin ideal.

“Beliau (Erna Rasyid Taufan) adalah sosok yang sangat luar biasa. Kami suka memanggil beliau sebagai Bupres (Bunda Presiden) karena sosoknya yang selalu mengayomi, membimbing, dan selalu memberikan pencerahan,” ujar Dr Muhammad Idris Usman, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkajian Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA) Parepare.

Menurut Idris, sapaan karib Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Parepare ini, dalam Islam, politik justru diperlukan untuk membawa umat kepada arah yang lebih baik. Sosok Erna kata dia diyakini akan memberi warna tersendiri dan corak politik akan lebih memihak kepada kaum dhaif. “Corak politik beliau, politik uswatun hasanah yang rahmatan lil’alamin,” sambung Idris, Selasa, (5/10/2021).

Meski demikian, apapun keputusan Erna adalah hasil ikhtiar “Apapun pilihan beliau, kami yakin seyakin-yakinnya bahwa ini adalah hasil ikhtiar dan petunjuk dari istikharah beliau,” terangnya.

Tangapan yang sama juga dikatakan Dr Muhammad Saleh, Ketua Majelis Anak Sholeh (MAS) Parepare. “Peran dakwah seseorang juga dipengaruhi pada kedudukan yang bersangkutan. Selama ini kita perhatikan kalau aktif di satu organisasi ia memberi warna organisasi itu dengan pendekatan keislaman. Jadi bagi saya kalau beliau punya peluang memimpin organisasi besar baik organisasi masyarakat maupun organisasi politik dilanjutkan. Ini peluang untuk melanjutkan misi dakwah di tempat yang berbeda. Tantangannya serta dinamikanya berbeda dengan sebelumnya,” jelas Muhammad Saleh.

Sementara, Sekretaris Majelis Anak Sholeh, Muhammad Dahlan mengemukakan, sosok Erna Rasyid Taufan adalah sosok yang dinanti-nantikan masyarakat dalam membawa kesejukan dan kedamaian dalam misi dakwah di tengah-tengah masyarakat.

“Beliau sangat ditunggu dan dinantikan kehadiranya setiap saat. Artinya apa? menandakan bahwa beliau punya magnet, kharisma di kalangan pendidik dan peserta didik di Kota Parepare, sehingga semua lapisan masyarakat, respek dan respon apa yang disampaikan dalam dakwahnya,” ulas Dahlan.

Ia berharap, sosok sejuk seperti Erna dapat tampil dalam perpolitikan untuk memperluas misi dakwah dan kemanusiaan. “Kalau semua orang- orang baik dan istiqamah alergi dengan politik, maka yang memegang kendali adalah orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, sedangkan jiwa kekuasaan itu, yang diharapkan adalah politik kesejahteraan dan kemajuan lahir batin, yang menyejukkan,” kata dia.

“Beliau (Erna Rasyid Taufan) bisa memberikan warna sendiri bagi khazanah perpolitikan di Kota Parepare, dan saya yakin dan percaya beliau mampu menempatkan diri,” ucapnya, tegas.

Terpisah, Sekretaris Lazismu Parepare, Syaiful Amir blak-blakan memberikan dukungan moril untuk Erna mengibarkan misi dakwah lewat politik.

“Dakwah itu ada dua cara, pertama dakwah kultural dan dan dakwah struktural. Dakwah Kultural adalah melalui pendekatan kemasyarakatan, dan kedua dakwah struktural melalui kekuasaan dan keduanya harus saling mendukung. Dakwah kultural akan kuat jika diback-up oleh dakwah melalui pemerintahan dan kekuasaan,” Ustadz Syaiful, sapaan karib dia menekankan.

Syaiful tidak meragukan kepemimpinan Erna terlebih, ia merupakan Ketua Lazismu Parepare. “Saya sangat mendukung jika Ibu Hj Erna Rasyid Taufan memimpin DPD II Golkar Parepare karena beliau memiliki talenta dan bisa menjadi tauladan dan dakwahnya malah bisa semakin luas dan efektif jika masuk berdakwah melalui jalur politik karena saat ini banyak politisi yang abai dengan dakwah dan Islam,” harap Syaiful.

Ulasan lain juga diungkapkan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Parepare, Dr H Mahsyar Idris. “Pada perinsipnya dalam Islam tidak ada larangan bagi seorang Dai’ah menjadi ketua partai, demikian pula sebaliknya, bahkan tugas dakwah menjadi kewajiban setiap orang termasuk ketua partai. Hanya saja tugas ketua partai dan tugas ustadzah sangat berbeda. Partai politik orientasinya kekuasaan sedangkan ustadzah mengawal ummat agar tetap beribadah kepada Allah swt. Jadi menurut saya tergantung kemampuannya membawa diri. Justru jika ketua partai bisa berdakwah maka akan lebih baik, dakwahnya juga semakin baik dan bisa juga dakwahnya malah semakin berkurang, sekali lagi tergantung kemampuan membawa diri,” tandasnya.

“Insya Allah beliau (Erna Rasyid Taufan) bisa. Dakwah bisa lebih luas, politik juga bisa. Sekali berlayar dua pulau terlampaui,” singkat Dr Nurhayati, Ketua Wanita Islam Kota Parepare, menambahkan. (*)