oleh

Lankoras-HAM Minta Polisi Periksa Bantuan Bioflok di Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) meminta pihak kepolisian Polres Takalar untuk memeriksa tiga kelompok bantuan benih ikan air tawar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) tahun anggaran 2020 di Takalar.

Ketua Umum DPP Lankoras-Ham Indonesia, Mukhawas Rasyid, SH, MH menilai bantuan yang dikemas melalui sistem kelompok Bioflok untuk menopang pembudidaya tersebut diduga pengerjaannya tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

“Kalau dilihat dari pengerjaannya diduga tidak sesuai RAB karena anggarannya Rp185 per kelompok sementara setelah tim kami lakukan pantauan dan klarifikasi kuat dugaan Bioflok tersebut ditaksir hanya menelan biaya berkisar Rp100 jutaan lengkap bangunan, kolam, benih ikan, mesin ganset, dan pakan,” kata Muhkawas.

Sementara, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sampai berita ini tayang belum berhasil dikonfirmasi. (Ady)