oleh

Besok Simulasi PTM di Makassar, Sekolah Perketat Protkes

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di 28 SMP di Kota Makassar mulai digelar, Senin (4/10) besok. Sekolah memastikan protokol kesehatan (protkes) diperketat selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Persiapan PTM, Berikut 28 Sekolah di Makassar Gelar Simulasi

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menilai 28 sekolah yang mengikuti simulasi PTM dinyatakan lolos usai melakukan rangkaian verifikasi dan validasi. Sebab, pihak sekolahpun tak ingin hanya sekedar simulai.

Di UPT SPF SMPN 47 Makassar misalnya, pihak sekolah mengklaim sudah siap 100 persen menyambut PTM, baik dari segi administrasi, sarana prasarana, kesiapan belajar dan faktor risiko. Protkes menjadi atensi.

“Alhamdulillah, kami 100 persen siap,” ucap Kepala UPT SPF SMPN 47 Makassar, Sompo, saat dikonfirmasi, Minggu (3/10).

Kata dia, pihaknya telah mengatur teknis pelaksanaan PTM agar tetap mengacu pada aturan dan protokol kesehatan yang ditetapkan. Di mana, Siswa masuk dan keluar melalui dua jalur yang berbeda untuk meminimalisir kontak fisik.

“Jadi siswa datang melalui gerbang utama di Jalan Urip Sumoharjo. Keluarnya lewat gerbang samping. Jadi beda jalur masuk dan jalur keluar,” bebernya.

Saat siswa memasuki pintu gerbang, Sompo menjelaskan, suhu tubuh akan langsung diukur, kemudian diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan (nakes).

Kemudian, peserta didik yang dinyatakan sehat bisa langsung mencuci tangan lalu berjalan menuju ke kelas yang telah ditentukan. Hand sanitizer juga sudah disediakan di depan kelas.

“Jika ada yang dinyatakan tidak sehat, kami sudah siapkan pos di samping pos satpam. Kita bawa ke situ kemudian kita hubungi orang tuanya. Kalau misal dia diarahkan untuk isolasi mandiri, kita kembalikan ke orang tuanya. Tapi kalau menurut nakes perlu perawatan lebih lanjut, kita sudah sediakan juga ambulans,” beber Sompo.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Makassar Desak Pemerintah Percepat PTM

Berdasarkan aturan, jam pembelajaran hanya diizinkan selama 3 jam. Kata Sompo, selama siswa berada di sekolah, tidak diperkenankan meninggalkan ruang kelas. Ia mengimbau siswa agar membawa bekal dari rumah.