oleh

Gelar FGD, Kemenag Sulsel Hadirkan Stafsus Menag hingga Putri Gusdur

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulsel menggelar Fokus Group Discussion (FGD) membahas Penguatan Moderasi Beragama di Sulsel. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Claro, 2-3 Oktober 2021.

Hadir pada kesempatan itu, Staf Khusus (Stafsus) Menag RI Muhammad Nuruzzaman hingga Putri Gusdur Alissa Qutrunnada Wahid. Termasuk, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni.

Stafsus Menag RI Muhammad Nuruzzaman menyampaikan, Moderasi Beragama akhir-akhir ini menjadi issu sentral bahkan dijadikan sebagai program prioritas oleh Kementerian Agama RI.

Moderasi beragama dipandang bisa menjadi arus utama dalam membangun Indonesia, meskipun Pengarusutamaan moderasi beragama bukan perjuangan yang mudah.

“Karena Selain harus menjadikannya sebagai cara pandang setiap umat beragama, upaya ini juga harus diiringi dengan menjadikannya terintegrasi ke dalam system perencanaan pembangunan Indonesia jangka menengah dan jangka panjang, agar program-program yang dijalankan mendapat dukungan semua pihak,” beber Nuruzzaman, Sabtu (2/10).

Menurut Nuruzzaman, masyarakay patut bersyukur akhirnya upaya keras bersama, saat ini moderasi beragama sudah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kita berharap agar moderasi beragama dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kebudayaan dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.

“Dalam konteks bernegara, moderasi beragama penting diterapkan agar paham agama yang berkembang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

Layanan dan peningkatan kualitas hidup umat beragama di Indonesia adalah Tanggungjawab negara termasuk didalamnya secara khusus Kementerian Agama, karenanya Kemenag RI mendorong program Moderasi Beragama bersama sejumlah Pihak akan membuat peta jalan kerukunan menuju Tahun Toleransi 2022.

Program pengarusutamaan Moderasi beragama ini sesungguhnya hanya salah satu jalan menuju perwujudan kesana, Karenanya diperlukan tahapan tahapan guna mengetahui dan membuat peta Jalan menuju ke arah sana dengan melibatkan sejumlah stake holder terkait.

“Khususnya di 8 Propinsi yang menjadi lokasi priotitas program dilaksanakan diantaranya Sulsel,” paparnya.

Nuruzzaman lebih jauh menyampaikan Forum ini dimaksudkan untuk menggali masukan dari peserta untuk dijadikan acuan dalam merumuskan agenda aksi di Sulsel menuju terwujudnya Tahun Kerukunan 2022.

“Kegiatan ini arahnya Ingin mendapatkan informasi dan input dari seluruh peserta yang sejelas jelasnya dan sebenar benarnya dari stake holder di Sulsel, ngga usah takut, ngga usah sungkan,” katanya.

Sementara, Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni menggambarkan dari saat ini jumlah penduduk Sulsel berdasarkan data BPS tahun 2020 sebanyak 9,7 juta Jiwa dan bila dipresentasekan berdasarkan penganut agama, Islam menjadi Agama dengan Penganut Mayoritas yakni 89,87 persen disusul, Agama Kristen 7,54 persen, Katolik 1,66 Persen, Hindu 0,69 Persen serta 0,63 Budha.