oleh

Andi Zulkarnain Pangki Minta Pemkab Bulukumba Dongkrak PAD Untuk Tutupi Defisit Anggaran

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.CO – Defisit anggaran dalam APBD Pokok 2021 Bulukumba yang nilainya mencapai Rp10 Miliar lebih, bukannya menurun pada APBD-P 2021. Defisit anggaran yang dialami Pemda Bulukumba dalam Perubahan APBD 2021 ternyata bertambah sebesar Rp30 Miliar.

Dengan demikian, total defisit anggaran setelah Perubahan APBD 2021 ditetapkan DPRD akhir pekan ini, sudah menyentuh angka Rp41 Miliar.

Ketua Fraksi PAN DPRD Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki mengatakan, konsekuensinya pemerintah wajib memikirkan upaya menutup defisit anggaran melalui jalan mendongkrak PAD.

Menurutnya, bertambahnya devisit di Perubahan APBD 202i ini masih dapat dimaklumi dan ini hampir merata terjadi pada semua daerah di Indonesia karena adanya tekanan dan keadaan wabah pandemi.

“Hal ini hampir terjadi di semua daerah, sebab Pemda membuat kebijakan penyesuaian anggaran dalam rangka menyelamatkan rakyat agar tidak terpapar dengan mengendalikan penyebaran covid 19,” jelas Zulkarnain.

Meski demikian, Zulkarnain Pangki menyoroti soal alokasi anggaran untuk belanja pegawai yang menguras hampir setengah dari APBD Bulukumba.

“Dengan belanja pegawai yang sedemikian besarnya, maka tidak lagi ada alasan bagi ASN pada semua unit organisasi untuk berkinerja buruk, karena OPD sudah didukung anggaran yang cukup memadai,” tegasnya.

Ia mengatakan, idealnya porsi anggaran yang besar harus berbanding lurus dengan kinerja. Ke depan, penyerapan anggaran diharapkan bukan hanya sekedar terserap saja, namun diharapkan penyerapan memberikan efek positif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi.

Legislator asal Fraksi PAN ini pun berharap, agar Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dapat mengoptimalkan target penyerapan
anggaran di sepanjang tahun 2021. Tujuannya, agar hasil pembangunan dapat segera dirasakan langsung masyarakat. (Sal)