oleh

Persiapan PTM, Berikut 28 Sekolah di Makassar Gelar Simulasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sebanyak 28 sekolah di Kota Makassar dinyatakan layak melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Senin, 4 Oktober 2021.

Ke-28 sekolah tersebut tersebar di 15 kecamatan yang ada. Masing-masing terdiri dari SMP Negeri dan SMP Swasta. Berikut sekolah yang menggelar simulasi. Yakni, UPT SPF SMP Negeri 32 MKS (Biringkanaya), SMPN 35 MAKASSAR (Biringkanaya), UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar (Biringkanaya), SMP Kristen Kalam Kudus Makassar (Bontoala).

Kemudian, SMP Negeri 10 Makassar (Bontoala), SMP Muhammadiyah Makassar (Makassar), UPT SPF SMP Negeri 47 Makassar (Makassar), SMP YP PGRI DISAMAKAN (Mamajang), SMPN 3 MAKASSAR (Mamajang), UPT SPF SMP NEGERI 19 MAKASSAR (Manggala), SMP Islam Athirah Bukit Baruga (Manggala).

UPT SPF SMP NEGERI 29 Makassar (Mariso), SMP NASIONAL MAKASSAR (Mariso), SMPN 23 MAKASSAR (Panakkukang), SMP IT Al-Biruni Mandiri Karantina (Panakkukang), SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar (Rappocini), SMP NEGERI 33 MAKASSAR (Rappocini), SMP NEGERI 4 MAKASSAR (Tallo).

Lalu, SMP Muhammadiyah 6 (Tallo), SMP Negeri 26 MAKASSAR (Tamalate), SMP Swasta Dian Harapan (Tamalate), SMP ZION GKKAUP (Ujung Pandang), UPT SPF SMPN 6 Makassar (Ujung Pandang), UPT SPF SMPN 50 MAKASSAR (Wajo), UPT SPF SMPN 5 Makassar (Wajo), UPT SPF SMP NEGERI 30 MAKASSAR (Tamalanrea), SMP PESANTREN IMMIM MAKASSAR (Tamalanrea) dan SMP HANG TUAH MAKASSAR (Ujung Tanah)

Khusus untuk semua sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sangkarrang, dan yang ada di Pulau Lakkang Kecamatan Tallo, juga diizinkan untuk menggelar PTM terbatas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik menyampaikan, simulasi PTM sudah siap dilaksanakan Senin pekan depan. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah-sekolah tersebut.

“Sudah disemprot (disinfektan) juga semua tadi sama BPBD,” ucap Amelia, Jumat (1/10).

Sementara untuk swab antigen kepada siswa, akan dilakukan pada hari pertama simulasi di masing-masing sekolah. “Simulasi awal di-antigen, supaya bisa lebih safety, kan. Ditesnya di masing-masing sekolah yang dibuka tanggal 4 untuk simulasi itu,” jelas Amel–sapaan akrabnya.

Terkait sekolah lain yang dinilai belum layak melaksanakan PTM terbatas, kata dia, akan terus dipantau dan diverifikasi kelayakannya. “Kalau sudah dinyatakan layak dari indikator daftar periksa sekolah, akan dibuka. Yang tidak layak, tidak bisa. Harus PJJ (pembelajaran jarak jauh),” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga telah menerbitkan surat edaran terkait PTM terbatas dalam masa pandemi Covid-19.

“Pemerintah daerah dapat memberhentikan PTM terbatas jika ditemukan kasus konfirmasi Covid-19 di satuan pendidikan. Pemberhentian sementara dilakukan paling singkat 3 kali 24 jam,” tulisnya dalam edaran tersebut.

Lebih lanjut, PTM terbatas untuk satuan Pendidikan SD/MI dan kesetaraan (Paket A, B dan C) akan dilaksanakan mulai tanggal 1 November 2021 dengan kondisi kelas maksimal 50 persen (lima puluh persen) atau maksimal 18 peserta didik per rombel.

Tak hanya itu, peserta didik yang melaksanakan PTM wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter. Sedangkan untuk satuan Pendidikan TK/PAUD akan dilaksanakan mulai tanggal 6 Desember 2021 maksimal 5 peserta didik perkelas. (*)

Komentar