oleh

Didapuk Jadi Ketua Bidang DPP Perindustrian Golkar, ARN Siap All Out

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Erwin Aksa resmi ditunjuk menggantikan Andi Rizal Mallarangeng menjadi Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Penggalangan Strategis oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Posisi Erwin sebelumnya sebagai Ketua Bidang Perindustrian DPP Golkar, kini diamanahkan kepada politikus berdarah Sulsel lainnya, yaitu Andi Rukman Nurdin Karumpa (ARN).

Meski pasca Munas Golkar lalu, ARN tak masuk dalam jajaran kabinet Airlangga, kini dia didapuk menduduki jabatan yang ditinggalkan Erwin Aksa tersebut.

Menanggapi penunjukan dirinya sebagai Ketua Bidang Perindustrian DPP Golkar, Andi Rukman Karumpa mengaku jika hal tersebut merupakan amanah dan tantangan yang harus dia jalankan.

“Tentu bagi saya ini adalah sebuah amanah sekaligus tantangan yang harus dijalankan, apalagi ini merupakan permintaan langsung dari Ketum Golkar,” ujarnya, saat dihubungi via selulernya, Jumat, 1 Oktober 2021.

Jika selama ini publik mengenal nama Andi Rukman sebagai seorang pengusaha, namun kiprahnya dipanggung politik khususnya di Partai Golkar bisa dibilang bukanlah orang baru.

Sejumlah jabatan strategis pun pernah dipegang ARN di Golkar, mulai dari Ketua Pemenangan Partai Golkar di Indonesia Timur di masa ketum Golkar Aburiza Bakrie, kemudian di masa Setya Novanto menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum.

Selanjutnya di era Airlangga Hartarto, ARN memutuskan maju bertarung sebagai Caleg DPR-RI Dapil DKI Jakarta III, Nomor urut 1 yang dikenal dengan “Gerakan BELANJA WARUNG RAKYAT dari GOLKAR” meski Golkar gagal mendapatkan kursi di DKI 3.

ARN saat ini juga diketahui menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Sekjend BPP Gapensi dan Dewan Kehormatan HIPMI.

Lantas apa saja tugas ARN sebagai Ketua Bidang Perindustrian DPP Golkar? Andi Rukman mengatakan, tentu tak akan jauh-jauh dari profesi yang selama ini yang dia geluti, yakni seputaran memacu pergerakan ekonomi dan bidang industri untuk meningkatkan TKDN.

“Karena memang selama ini saya bergerak di bidang industri dan konstruksi jadi tentu tugas saya seputaran bagaimana membawa Golkar jadi penggerak ekonomi dan industri di Indonesia,” ujar ARN.

Sejumlah program dan agenda pun telah dipersiapkan ARN pada posisinya saat ini, salah satunya akan konsen mengawal program Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, yang juga politisi asal Golkar.

“Sebelum diberi kepercayaan menjadi Ketua DPP Bidang Perindustrian, jauh hari sebelumnya saya memang sudah menjadi penggerak di bidang konstruksi demi mendorong industri kita untuk tumbuh. Berhubung dengan jabatan saya saat ini, maka bersama Pak Agus Gumiwang (Menteri Perindustrian) saya telah menyiapkan rencana dan program dalam menciptakan kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia. Salah satunya yaitu akan menggelar pameran produksi dalam negeri yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini.  Sebelum pandemi melanda kami juga sudah melakukan kegiatan serupa yang dibuka langsung oleh Bapak Menteri Perindustrian,” beber Andi Rukman.

Ditanya soal apakah ada target yang diberikan kepadanya di Pemilu 2024, khususnya dalam memenangkan Golkar dan Pilpres mendatang, ARN mengaku tak ingin muluk-muluk soal target.

Baginya, fokus bekerja sesuai tupoksi dan keahliannya dalam menyelesaikan setumpuk program yang telah disiapkannya tentunya akan menjadi penilaian sendiri bagi masyarakat.

“Intinya hasil tidak akan mengkhianati proses. Kalau program yang saat ini saya gagas dengan Pak Agus Gumiwang bisa sukses, tentu orang akan menilai siapa yang mengerjakannya. Pastilah ujungnya akan kembali ke Partai Golkar. Jadi ini sekaligus menjadi ajang bagi saya dalam memenangkan Golkar ungkap ARN.

Saat ditanya terkait posisinya di Golkar yang sudah dua kali menempati jabatan yang ditinggal Erwin Aksa, apakah tidak menimbulkan penilaian jika ARN berada di bawah figur Erwin Aksa, Andi Rukman tak menampik kesenioran sosok Erwin Aksa di panggung politik apalagi di Golkar.

“Meski usia saya lebih tua tapi tak bisa dipungkiri jika Pak Erwin itu memang lebih senior dari saya di Golkar. Tapi dari sisi usia saya yang senior,” tandas Andi Rukman. (*)