oleh

Pertamina Dorong Konsumen Beralih ke BBM Berkualitas

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Berkurangnya peredaran BBM jenis premium di pasaran merupakan realisasi Program Langit Biru atau PLB yang dicanangkan Pertamina.

Senior Supervisor Communication and Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk edukasi Pertamina kepada masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

“Kendaraan tahun 2000-an ke atas itu sudah seharusnya mengisi BBM dengan minimal oktan 90 atau setara Pertalite. Premium itu kan sudah dari zaman orde baru, dan memang itu dulu diproduksi untuk kendaraan masa dulu yang memang oktannya masih 88,” ungkap Taufiq, Kamis (30/9).

Taufiq membeberkan, program tersebut dijalankan berdasarkan Perpres tahun 2014 perihal pendistribusian BBM dan peraturan menteri LHK terkait emisi gas buang kendaraan yang mensyaratkan minimal nilai oktan 91.

“Sekarang perkembangan teknologi kendaraan sudah berkembang pesat. Sudah ada teknologi injeksi, turbo, yang menuntut oktan 92 setara Pertamax. Apalagi sekarang sudah ada kendaraan listrik jadi memang kita bergerak cepat, kita berada di masa transisi energi sama seperti minyak ke gas,” jelasnya.

Di Sulsel, sambung Taufiq, masyarakat cukup antusias menyambut program ini. Konsumen di Sulsel lebih memilih BBM berkualitas ditunjukkan dengan fakta bahwa konsumsi 65 persen BBM sudah Pertalite.

“35 persennya itu masih Premium. Itu per Agustus 2021 sebelum dilaksanakan perluasan Program Langit Biru,” terangnya.

Melalui surat edaran, sejumlah kepala daerah juga disebut sudah mulai menyadari pentingnya menggunakan BBM yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Bahkan Kabupaten Selayar dikecualikan dari Program Langit Biru karena kepala daerahnya memilih langsung untuk menggunakan Pertamax di wilayahnya. Kendati demikian, Taufiq menegaskan Pertamina masih tetap menyalurkan BBM jenis premium di daerah 3T, dan khusus bagi kalangan tertentu.

“Premium itu di depot masih ada. Kita masih menyalurkan premium bagi kalangan tertentu yang menurut kita lebih prioritas untuk mendapatkan subsidi seperti nelayan, petani, dan UMKM, juga masih disalurkan daerah 3T seperti di daerah kepulauan di Pangkep dan Seko,” urainya.

Selama Program Langit Biru berjalan, Pertamina memberi potongan harga untuk BBM jenis Pertalite. Per liternya dihargai senilai Rp6.850, yang sebelumnya senilai Rp7.850.

Terpisah, Teknisi otomotif, Silvi menyampaikan, nilai oktan pada BBM menunjukkan seberapa baik bahan bakar mencegah ketukan pada proses pembakaran bensin.

“Nilai oktan Pertalite lebih tinggi dari Premium jadi memang cocok untuk digunakan pada mesin-mesin yang diproduksi di tahun 2000-an. Semakin tinggi nilai oktan BBM yang dipakai, mesin juga akan lebih awet,” katanya. (*)