oleh

Erwin Aksa Direposisi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dua tokoh asal Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat posisi baru dalam perombakan pengurus yang dilakukan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Airlangga Hartarto. Hal itu diumumkan usai rapat pleno partai di Markas DPP Golkar, baru-baru ini.

Perombakan tersebut dilakukan pasca penetapan tersangka Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Politik Hukum dan HAM (Polhukam) yang juga Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Kedua tokoh yang dimaksud ialah, Erwin Aksa naik jabatan dari Ketua DPP Bidang Perindustrian ke Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Penggalangan Strategis.
Posisi lama Erwin Aksa sendiri juga diisi oleh tokoh Sulsel lainnya. Ketua DPP Bidang Perindustrian kini dijabat Andi Rukman N Karumpa.

Erwin Aksa reposisi skuad DPP merupakan langkah Golkar melakukan perubahan yang cepat untuk perbaikan organisasi.

“Tentu ini amanah, maka saya jaga. Tugas sebagai Penggalangan strategis berfungsi untuk memperkuat sinergi ormas-ormas dalam Partai Golkar,” kata Erwin Aksa saat dihubungi, Rabu (29/9).

Sekedar dikethui, Erwin Aksa merupakan salah satu pebisnis ternama asal Sulawesi Selatan. Ia pernah menjabat Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Memimpin perusahaan sejak muda dengan hasil yang positif, Erwin meraih sejumlah penghargaan. Antara lain, Young Entrepreneur of The Year 2009, Asia Pacific Entrepreneur Award (APEA) 2009 dan Finalis Ernst&Young (EY) Entrepreneur of The Year 2010.

Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Arief Wicaksono menilai amanah baru Erwin Aksa sangat tepat.

Arief menilai Erwin Aksa adalah sosok tokoh yang mampu mengikat dan menggalang dukungan kepada Golkar dari kubu politik manapun.

“Terutama dari kantong-kantong massa Golkar tradisional. Itu sudah tepat, saya pikir. Seperti Rizal Mallarangeng, Erwin Aksa adalah representasi tokoh Golkar yang dapat mengikat dan menggalang dukungan,” kata Arif saat dihubungi.

Arief menyatakan, latar belakang Erwin Aksa sebagai pengusaha relatif memudahkan Erwin untuk bermanuver. Termasuk meyakinkan pihak-pihak lain untuk berkoalisi dengan beringin.

Arif menilai, penunjukan itu menandakan Erwin Aksa adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar di mata Ketua Umum Airlangga Hartarto.

“Apalagi Erwin Aksa sebenarnya bukan orang baru juga di Golkar, sehinga pengetahuannya dapat dianggap memadai untuk menjadi salah satu kader terbaik Golkar,” katanya.

Arief mencontohkan ketika Erwin Aksa berbeda dukungan dengan Golkar di Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Erwin secara terbuka, dengan tegas memperlihatkan kepiawaiannya mengelola dukungan,” jelasnya. (*)