oleh

BBM Jenis Premium Tak Lagi Dijual

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pertamina menghentikan pendistribusian BBM jenis premium sejak Minggu, 26 September di seluruh SPBU di Sulsel. Tak ada lagi premium di SPBU, sebagai gantinya, warga dapat beralih ke BBM jenis Pertalite.

Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan menjelaskan, berkurangnya peredaran BBM jenis premium di pasaran merupakan realisasi Program Langit Biru (PLB) yang dicanangkan Pertamina.

Program tersebut, kata Taufiq merupakan bentuk edukasi Pertamina kepada masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

“Kendaraan tahun 2000-an ke atas itu sudah seharusnya mengisi BBM dengan minimal oktan 90 atau setara Pertalite. Premium itu kan sudah dari zaman orde baru, dan memang itu dulu diproduksi untuk kendaraan masa dulu yang memang oktannya masih 88,” ungkap Taufiq, Rabu (29/9/2021).

Taufiq membeberkan, program tersebut dijalankan berdasarkan Perpres tahun 2014 perihal pendistribusian BBM dan peraturan menteri LHK terkait emisi gas buang kendaraan yang mensyaratkan minimal nilai oktan 91.

“Sekarang perkembangan teknologi kendaraan sudah berkembang pesat. Sudah ada teknologi injeksi, turbo, yang menuntut oktan 92 setara Pertamax. Apalagi sekarang sudah ada kendaraan listrik jadi memang kita bergerak cepat, kita berada di masa transisi energi sama seperti minyak ke gas,” jelasnya.

Di Sulawesi Selatan sendiri, sambung Taufiq, masyarakat cukup antusias menyambut program ini. Konsumen di Sulsel lebih memilih BBM berkualitas ditunjukkan dengan fakta bahwa konsumsi 65 persen BBM sudah Pertalite. “35 persennya itu masih Premium. Itu per Agustus 2021 sebelum dilaksanakan perluasan Program Langit Biru,” terangnya.

Selama Program Langit Biru berjalan, Pertamina memberi potongan harga untuk BBM jenis Pertalite. Per liternya dihargai senilai Rp6.850, yang sebelumnya senilai Rp7.850.

Teknisi otomotif, Silvi menambahkan, nilai oktan pada BBM menunjukkan seberapa baik bahan bakar mencegah ketukan pada proses pembakaran bensin.

“Nilai oktan Pertalite lebih tinggi dari Premium jadi memang cocok untuk digunakan pada mesin-mesin yang diproduksi di tahun 2000-an. Semakin tinggi nilai oktan BBM yang dipakai, mesin juga akan lebih awet,” katanya. (*)