oleh

Wahyuni Malik Melawan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros, Wahyuni Malik siap menempuh jalur hukum jika Partai Golkar melakukan Pengganti Antar Waktu (PAW) kepada dirinya.

Ia mengkau heran dengan langkah yang dilakukan oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Maros.

“Baru beberapa bulan menjabat sudah mau PAW orang. Sedangkan kalau di pikir-pikir saya kan peraih suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) saya. Tapi kembali lagi, itu hak mereka dan InsyaAllah saya siap dengan langkah hukum kalau memang itu terjadi,” tegasnya saat dikonfirmasi Rakyat Sulsel, Senin (27/9).

Menurutnya, ia tidak mengetahui jika dirinya akan diberhetikan sebagai anggota DPRD Maros.

“Saya tidak tahu soal itu semua, karena saya juga dapat info dari berita-berita yang beredar. Apalagi, sampai sekarang belum ada surat yang sampai ke saya sampai saat ini,” tuturnya.

Wahyuni menjelaskan, selain dirinya mempunyai hubungan keluarga di partai lain, ada juga Sekertaris Golkar Maros yang bersaudara dengan Ketua Hanura Maros dan sama-sama duduk di DPRD Maros. “Dan menurutnya itu hal yang biasa di Golkar Maros,” jelasnya.

Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari menyebutkan, Wahyuni Malik bukan dipecat sebagai kader Golkar, tapi dia diusulkan ke DPD I untuk dilakukan PAW karena dianggap melanggar AD/ART.

“Kita PAW kalau prosesnya berjalan dengan baik. Sampai saat ini belum ada pemecatan. Dia tetap menjadi kader Golkar yang penting Wahyuni Malik bersedia keluar dari anggota dewan,” tutur.

“Tapi kalau dia bersikeras (tak ingin di PAW), maka kita akan melakukan pemecatan terlebih dahulu,” sambung Suhartina.

Disinggung mengapa pihaknya lebih awal mengusulkan PAW sementara proses pemecatan belum dilakukan. Suhartina menegaskan, tak elok jika langkah tersebut ditempuh lebih awal. “Kita mencoba hal-hal baik dulu. Kalau tidak mau baru jalur lain kita tempuh,” tuturnya.

Menurut dia, langkah tegas tersebut dilakukan karena sebelumnya suami dari Wahyuni Malik adalah kader Golkar, lalu kini menjadi kader NasDem dan itu menurut Suhartina sudah melanggar AD/ART Partai Golkar.

“Tidak boleh kalau suaminya di partai lain. Kan kita sudah beberapa kali juga saya undang secara tertulis (Wahyuni Malik) tapi tidak diindahkan,” bebernya.

Disinggung mengenai jika nantinya Wahyuni Malik melaporkan ke Mahkamah Partai. DPD II Golkar Maros siap mengikuti. “Kita ingin mengikut, karena kami kan hanya sampai di DPD I. Kalau Wahyuni Malik mau (ke Mahkama Partai) kita ikut,” tutup Suhartina. (*)