oleh

Perpisahan Kadisdik, Prof Jufri: Kami Punya Tim Kerja Hebat

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Prof Muhammad Jufri resmi berakhir. Acara perpisahan yang dilaksanakan Gedung Guru Disdik Sulsel, Senin (27/9) disambut haru seluruh Sekertaris Dinas hingga pegawai.

Sekertaris Dinas Pendidikan Sulsel, Hery Sumiharto memberikan sambutan dan kesan-kesan selama mendampingi Prof Jufri. Kata dia, selama satu tahun lebih ada suka dan duka.

“Juga tentu ada sejumlah masalah. Tapi karena lebih awal telah membuat tagline Sucikan Hati, Ikhlas Bekerja membuat kami bekerja enjoy, bekerja tulus dan bertanggung jawab,” ungkap Hery, Selasa (28/9).

Menurut Hery, susah untuk tidak meratapi perpisahan dengan Prof Jufri. Begitu banyak kesan, mulai dari awal mantan Dekan Psikologi UNM ini melangkahkan kaki di Disdik Sulsel.

“Orangnya menyenangkan, cara beliau bertutur kata, memotivasi dan membangkitkan semangat teman-teman, beliau perlihatkan sangat baik,” ujar Hery Sumiharto.

Sementara, Mantan Kadisdik Sulsel Prof Muhammad Jufri mengatakan, kegiatan perpisahan bukan dalam konotasi sebenarnya. Menurutnya, perpisahan adalah berjauhan jarak satu orang dengan orang lain atau lebih secara fisik dan psikis.

“Untuk berpisah fisik mungkin iya, tapi psikis tidak. Saya tidak akan pernah dipisahkan dengan kalian semua, orang-orang baik yang saya temukan sebagai saudara-saudara saya,” kata Prof Jufri.

“Ini juga menyebabkan, kenapa waktu setahun lebih bersama kalian di tempat ini serasa sangat sebentar sekali,” tambahnya.

Prof Jufri mengaku selama setahun lebih di Disdik tidak pernah merasakan lelah sedikitpun. Bahkan pulang terlambat dan datang lebih cepat.

“Semangat itu lahir karena saya bertemu tim kerja yang solid, saya bertemu saudara yang tak sedarah, dan bertemu orang-orang baik yang berjiwa baik pula,” tuturnya.

Prof Jufri menjelaskan, seluruh elemen dalam satu wadah bernama Disdik tak pernah menyadari bahwa kedekatan ini menjadi biang semangat yang hebat. Bahkan menjadi biang dari program pendidikan Sulsel yang menggema, biang dari persaudaraan yang jika hari ini kita akan dipisah jarak maka akan lahir rasa kehilangan dan akan menumbuhkan rindu yang subur.

“Masih banyak tugas yang kita rencanakan belum menjadi kenyataan. Ini salah satu rasa sedih itu, harusnya kita masih bersama menjadikan mimpi itu menjadi nyata,” jelasnya.

“Kami telah memiliki tim kerja yang hebat. Demikianpun sebaliknya, para pegawai Disdik Sulsel mengaku telah memiliki pemimpin yang hebat,” tambahnya. (*)