oleh

Event Besar Boleh Digelar, Begini Komentar Pelaku Usaha Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah pusat telah mengizinkan pemerintah daerah dan pihak swasta melaksanakan event besar. Syaratnya, mengikuti prosedur yang ketat. Meski begitu, pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyambut baik.

Sales and Marketing Manager MaxOne Hotel and Resort Makassar, Ammank menyampaikan, pasca adanya pelonggaran terkait kebijakan PPKM, permintaan pagelaran resepsi pernikahan meningkat cukup signifikan.

“Ada peningkatan signifikan untuk acara pernikahan. Klien-klien yang dulunya postpone acara pernikahannya, kita mulai calling lagi bahwa sudah ada pelonggaran kebijakan untuk menggelar itu,” ungkap Ammank, Selasa (28/9).

Tak hanya di pagelaran pernikahan, sambung dia, hal positif juga terlihat dari peningkatan kunjungan tamu yang menginap. Meski manajemen hotel menerapkan aturan protokol kesehatan (protkes) ketat.

“Pergerakannya memang sangat signifikan semenjak PPKM level 2 diumumkan, bahkan pekan lalu kita full,” jelasnya.

Hal senada turut diungkapkan Director Event Organizer and Construction Service Padamua Project, Muhammad Ismail. Kata dia, meski belum bisa menggelar event secara normal, pelonggaran ini cukup membawa angin segar bagi sektor ekonomi kreatif.

“Aturan baru ini memang membawa angin segar bagi kami tapi belum cukup melegakan, ya, karena belum bisa dipastikan 100 persen event bisa gelar seperti sebelum pandemi. Demand saja tidak setinggi yang lalu-lalu,” kata Mail–sapaan akrabnya.

Sejauh ini, sambung Mail, pihaknya masih lebih banyak menangani kegiatan-kegiatan berbasis virtual dan charity. Untuk pagelaran event tatap muka, dirinya masih cukup selektif guna menghindari munculnya klaster baru yang memicu lonjakan kasus Covid-19.

“Kalau konser musik kami belum berani, kami masih lihat pergerakan dulu baik dari pemerintah, dari klien yang mau terlibat. Jadi kami kebanyakan main di branding dan webinar,” bebernya.

Mail mengakui, untuk event tatap muka yang digelar terbatas, anggaran yang dikeluarkan cukup merogoh kantong dibanding saat situasi normal. Pasalnya, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan sebelum menggelar event tatap muka terbatas itu.

“Pasti lebih pricey, ya, karena menyangkut izinnya pasti berbeda sama yang dulu-dulu. Belum lagi harus ada tenaga kesehatan yang standby, harus siapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, harus ada protokol ini itu dan lain-lain,” jelasnya.

Mail menegaskan, pihaknya juga memiliki sejumlah peraturan dalam menangani sebuah event, khususnya jika itu event tatap muka terbatas. Semua pihak yang terlibat akan dikurasi siapa saja yang boleh dan penting untuk hadir secara langsung di lokasi acara, dan diwajibkan untuk melakukan tes antigen.

“Kita tes antigen, karena rata-rata sudah vaksin. Kecuali yang tamu vip itu harus swab PCR. Dan itu berkasnya semua kita keep sebagai bentuk pertanggungjawaban jika sewaktu-waktu diminta oleh Satgas atau pihak berwenang,” pungkasnya.