oleh

Kalla Beton Kunci Target Penjualan Rp21 Miliar Sebulan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Perusahaan bisnis konstruksi Kalla Beton mengunci target penjualan di angka Rp21 miliar pada kuartal empat tahun ini. General Manager Pemasaran Kalla Beton, Syatir mengungkapkan pihaknya optimis nilai ini akan terus melonjak hingga Desember 2021.

“Kalau secara nilai rupiah, target kita sekitar Rp21 miliar per bulan. Periode Agustus Alhamdulillah cukup baik sesuai target karena memang kita sudah ada review target di mid year. Untuk semester kedua ini yang tetap harus kita jaga,” ungkap Syatir, Senin (27/9/2021).

Syatir membeberkan, ready mix masih menjadi produk yang diminati customer. Namun, juga ada peningkatan permintaan dari material bata ringan dan mortir instan hingga 70 persen.

Kata Syatir, pihaknya memang cukup fokus menyasar project developer sampai ke perumahan bersubsidi dalam penyaluran dua material tersebut.

“Jadi kita berharap mortar instan ini bisa diserap perumahan bersubsidi supaya orang akan melihat, perumahan bersubsidi saja pakai mortar instan, apalagi yang komersil,” terangnya.

Dengan adanya peningkatan permintaan itu, Kalla Beton bakal menambah kapasitas produksi bata ringan dan mortar instan pada awal tahun depan untuk memenuhi distribusi material bangunan di perumahan.

Produksi bata ringan saat ini, lanjut Syatir, mencapai 300 kubik per hari yang akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 600 kubik per hari di awal tahun 2022 mendatang.

“Kalau mortar instan ini kita produksi masih satu shift, ternyata itu tidak cukup. Jadi kita naikkan lagi 2 shift. Kalau itu ternyata sudah terpenuhi, kita naikkan lagi sampai 3 shift,” jelasnya.

Syatir mengakui, positioning harga dari Kalla Beton memang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan konstruksi lain. Namun, hal itu sejalan dengan kualitas dan kuantitas baik yang terus dipertahankan.

“Murah belum tentu bagus, tapi kalau mahal, sepanjang itu kita bisa jaga pelayanan, konsisten dengan mutu dan ketepatan volume, kita akan bisa tetap diterima masyarakat,” pungkasnya

Sementara itu, pekerja jasa konstruksi, Rajamuddin yang dihubungi terpisah membeberkan kelebihan bata ringan dibandingkan bata merah. Kata dia, dari segi ukuran, bata ringan jauh lebih rapi dan seragam daripada bata merah sehingga bisa menghasilkan dinding yang rapi. Selain itu, dalam pemasangannya, bata ringan tidak memerlukan plesteran yang tebal.

“Kalau bata merah itu kan diproduksi manual jadi ukurannya tidak seragam. Beda dengan bata ringan yang diproduksi pabrik. Selain itu, bata ringan juga punya ketahanan yang baik kalau terjadi gempa bumi. Tapi, tentu harganya lebih mahal dari bata merah biasa,” jelasnya. (Cr1)