oleh

Kadis Kearsipan Bertekad Wujudkan Depot Arsip Representatif di Kota Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM –
Fathur Rahim dalam mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar yang merupakan dinas melaksanakan urusan wajib Pemerintahan (Undang-Undang No 43 Tahun 2009), bertekad mewujudkan Visi Misi Pemerintah Kota Makassar.

Yakni, Pemerintahan Clean Government, Penguatan SDM, serta Peningkatan Sarana Prasarana yang representatif di Kota Makassar.

Sarana tersebut adalah Depot Arsip. Merupakan gedung dan ruang penyimpanan, pengolahan, pengamanan arsip yang dirancang dengan struktur khusus guna memenuhi kebutuhan terhadap perlindungan arsip serta mengutamakan tugas Keamanan, pemeliharaan, dan perawatan Kearsipan dan aset berbasis teknologi.

“Alhamdulillah, dalam pemerintahan Bapak Walikota (Danny-Fatma) dengan visi percepatan mewujudkan Makassar kota dunia yang sombere dan smart city dengan imunitas kuat untuk semua,” ujarnya.

Menekankan bahwa konsep sombere and smart city ini merupakan perpaduan kearifan lokal Makassar dengan kecanggihan sistem kota cerdas.

Dalam bahasa Makassar, sombere sendiri berarti keramahan. Maka dari itu, penerapan konsep ini diharapkan mampu mendengarkan keluhan masyarakat.

Menjadikan Dinas Kearsipan menjadi institusi penting dalam pemerintahan, respon sangat positif.

Dimana Walikota mengetahui banyak tentang pentingnya Dinas Kearsipan, tentunya berdasarkan urgenitas menangani, menjaga, memelihara, menyelamatkan, arsip penting dan aset pemerintah Kota.

“Insya Allah, kami akan berupaya maksimal dalam mewujudkan cita – cita Kota Makassar,” ujarnya.

Depot itu membuka mata masyarakat pentingnya kearsipan.
Konsepnya sudah disiapkan, sarana dan prasarana secepatnya akan terwujud.

Depot yang memiliki Ruang Diorama, Ruang Preservasi, Ruang Pengeloaan, Ruang penyimpanan Arsip Statis (Dokumen dan arsip elektronik secepatnya pasti terwujud).

“Bicara soal arsip, kita bicara tentang kapan arsip itu kita dapatkan. Jadi bukan hanya menjaga dan melestarikan tapi juga menemukan arsipnya. Setiap ditemukan arsip yang baru, maka konten diorama juga harus disesuaikan dengan arsip baru yang didapat. Intinya, diorama ini sifatnya dinamis, tergantung perkembangan khasanah arsip yang kita dapatkan,” jelasnya.

Tak hanya bersifat dinamis, diorama kearsipan ini juga akan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan begitu dapat dinikmati oleh generasi milenial.

Pengunjung nantinya dapat mengakses arsip video maupun audio terkait diorama yang ditampilkan melalui smartphone masing-masing.

Apalagi penggunaan teknologi informasi akan menjadi salah satu hal yang penting dalam pembangunan ini. Sehingga tentu penyajian arsip akan lebih menarik.
Sebuah ruangan tentang Kota Makassar sejak dulu.

“Akan ada visual dan semaksimal mungkin informasi. Akses umum dan juqa akses yang khusus.
Suhu dan ruangan. Ada ruang pengolahan, ruang reservasi dan ruang arsip statis konvensional.
Ada ruang arsip virtual dengan sistem funigasi,” jelasnya.

Dijelaskan jika Dinas Kearsipan ini adalah lembaga yang sangat penting di Kota Makassar
berfungsi sebagai tempat penyimpanan.

“Dinas Kearsipan merupakan tulang punggung penataan, pembinaan, pemeliharaan , penyelamatan kearsipan di semua instansi pemerintah Kota,”terangnya.

Ditambahkan, ruang penyimpanan arsip ini penting karena akan jelas aset kita. kita punya banyak aset penting yang harus terjaga dan aman terkhusus dalam penyelamatan aset pemerintah kota. Karena kekayaan negara ada disitu.

Arsip nasional Indonesia (ANRI) adalah suatu lembaga non kementerian. Di tingkat provinsi dan Kota Makassar berbentuk dinas, Lembaga ini sangat penting mengelola arsip dan dokumen untuk pemerintah.

“Arsip ini salah satu tempat yang menjaga perjalanan Kota Makassar, dokumen penting di Kota Makassar. Arsip ini memang ada khusus (tertutup dan terbatas), dan ada juga bersifat umum (umum terbatas, umum meluas, dan umum untuk disebarluaskan) disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya,” ujarnya. (*)