oleh

Alasan Terpaksa, DLHK Bantaeng Tebang Banyak Pohon

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Terlihat penebangan pohon sepanjang ruas jalan poros Kabupaten Bantaeng dan di lorong-lorong. Namun, Belum diketahui alasan pasti dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bantaeng.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Nasir Awing menjelaskan, pohon trembesi yang ditebang karena pada saat ditanam kurang lebih 10 tahun lalu tidak sesuai literatur, yakni seharusnya minimal dua meter ke bawah tanah.

 

Tapi pada saat ditanam serentak akarnya kurang dalam padahal trembesi adalah jenis pohon raksasa yang memiliki akar besar dan melebar diatas.

 

“Pohon trembesi dengan sangat terpaksa banyak yang harus ditebang atau dipangkas,” kata dia.

 

Dia beralasan, trembesi terpaksa ditebang karena akarnya merusak jalan, pipa PDAM, drainase, trotoar rusak dan distribusi air bersih.

 

“Hal ini juga yang membuat trotoar hancur dan keindahan kota menurun,” katanya.

 

Dia menyebutkan, pihak PLN juga secara rutin melakukan pemangkasan karena sudah mengganggu jaringan atas kabel tegangan tinggi.

 

Masih kata dia, pohon lama jenis mahoni, angsana, glodogan tiang yang tidak merusak prasarana umum tetap dipertahankan. Bahkan kita tahun 2020 sudah menanam 200 pohon tabibuya dan tahun ini kita menanam 570 pohon tabibuya dan pohon lain.

 

Bantaeng sudah MOU jangka panjang dengan Badan Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Makasaar untuk menyiapkan pohon sebanyak 50.000 pohon termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Je’neberang III dan Kantor Cabang Dinas Kebersihan (KCDK) Sulsel sangat proaktif menanam dan memberikan pohon untuk ditanam.

 

 

“Termasuk pohon yang dari Bapak Azikin Solthan, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra memberikan bantuan pohon produktif dan pohon penghijauan,” bebernya.

 

“Dan khusus masyarakat kota saya himbau jangan mematikan pohon dengan melubang atau memberi pestida karena akan sangat berbahaya bagi pengguna jalan. DLH siap melayani jika ada permohonan atau permintaan dari masyarakat,” tutupnya.

 

Dia juga mengatakan, bahwa penebangan pohon tersebut dimulai sejak tahun 2020 hingga saat ini, terhitung sekitar 70 lebih pohon telah ditebang. (*)

 

 

 

Penulis : Firmansah