oleh

DPRD Parepare Dorong Pemuda Promosikan Cagar Budaya ke Wisatawan

PAREPARE, RAKSUL- Ketua DPRD Kota Parepare, Andi Nurhatina Tipu meminta Masyarakat khususnya kaum pemuda, melestarikan cagar Budaya yang ada di Kota Parepare.

Harapan tersebut disampaikan Andi Nurhatina yang merupakan Politisi Golongan Karya (Golkar) ini saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2015 tentang pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya, di Cafe Warna Warni, Sabtu (25/6/2021).

“Kita gelar Sosper ini, merupakan salah satu cara penyampaian ke masyarakat untuk melestarikan cagar budaya kita khususnya yang ada di Parepare. Contoh Masjid Raya, Masjid tertua bacukiki yang sekarang ini harus kita jaga itu sebagai cagar budaya kita. Termasuk lagi kantor dinas pendidikan, hotel siswa dan masih ada beberapa cagar budaya yang tercatat di dispend,”Sebut Andi Nurhatina.

Dari Beberapa Cagar Budaya tersebut, masih ada Cagar-cagar budaya lain yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk memperkuat kepribadian Kota Parepare, serta dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Daerah.

“Ini yang harus kita jaga dan harus kita lestarikan karena kalau ini punah tidak ada lagi ciri khas kita untuk kota parepare terkait cagar budaya. Ini harus menjadi perhatian anak-anak remaja, pemuda. Mereka sebenarnya bisa menjual ikon-ikon Cagar budaya kita untuk wisatawan yang berkunjung ke parepare. Seperti Kota Jakarta yang melestarikan Kota Tuanya,”terangnya.

Di hari yang sama, Perda tersebut juga disosialisasikan Musdalifah Pawe.
Ia juga mengajak Masyarakat agar ikut merawat Cagar-cagar budaya yang telah terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare.

Karena menurutnya, cagar budaya ini merupakan warisan budaya yang sangat memiliki nilai penting bagi sejarah. Bahkan bisa menjadi wisata edukasi karena adanya pelestarian dan pengelolaan oleh Pemerintah Kota.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Arifuddin Idris yang menjadi Narasumber pada Sosper tersebut mengatakan, bahwa cagar budaya itu bukan sekedar ditetapkan tetapi didalamnya terdapat program lanjutan yang sesuai visi misi Walikota yaitu pilar pendidikan, kesehatan dan Pariwisata

“Nah, pendidikan itu terkait dengan kebudayaan dan kepariwisataan. Ketika ada sistus-sirus cagar budaya yang bisa menjadi destinasi tujuan wisata, kan itu bisa dikelola secara profesional dan bisa ada intervensi pemerintah, sehingga itu menjadi kunjungan lalu terjadi transaksi ekonomi yang notabenenya masyarakat akan mendapatkan manfaatnya,”Tandas Arifuddin.

Untuk Diketahui, sebanyak 41 Cagar Budaya di Kota Parepare yang telah terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 5 diantaranya telah di SK Kan.(Yanti)