oleh

Sidang Dugaan Suap NA, Saksi Akui Banyak Timses Minta Proyek

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Kamis (23/9).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah pengusaha atas nama Yusuf Tyos dan istrinya Meikewati Bunadi, Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel Idham Kadir, Sekretaris Bappelitbangda Pemprov Sulsel Junaedi, dan kontraktor atas nama Ferry Tanriady.

JPU KPK, Siswandono mengatakan, Sekretaris Balitbangda Sulsel, Junaedi dihadirkan untuk menggali soal adanya permintaan proyek dari tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel.

“Di dalam BAP dia bilang bukan rahasia umum bahwa tim sukses bisa meminta pekerjaan proyek ke gubernur. Inilah yang kita kejar dalam persidangan tadi,” kata JPU KPK.

Menjawab pertanyaan jaksa, Junaedi mengaku pernah didatangi oleh seseorang bernama Anto yang mengaku sebagai tim sukses Nurdin Abdullah saat Pilgub Sulsel.

“Saat itu saya kunjungan daerah ke Palopo sekitar tahun 2019. Dia (Anto) langsung perkenalkan diri dan mengatakan saya ini tim sukses di Pilgub,” kata Junaedi dalam persidangan.

Dalam keterangannya, Junaedi mengaku banyak tim sukses Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel yang datang minta proyek. Itu bukan rahasia lagi. Namun pernyataan Junaedi ditarik kembali dan mengatakan bahwa itu hanya pemahamannya sendiri.

“Kalau itu pernyataan saya sendiri,” ucapnya.

Junaedi bahkan mengaku, Karaeng Mega yang juga adik kandung Nurdin Abdullah pun meminta proyek melalui Syamsul Bahri.

“Ada tim sukses lain juga minta proyek, sehingga Syamsul Bahri meminta melalui dana parsial,” beber Junaedi.