oleh

Plan Penanganan Banjir Dinas PUPR Bantaeng Mengambang

 

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Penanganan banjir di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dinilai masih belum memiliki progres yang menggembirakan. Pasalnya, genangan air ataupun banjir masih sering terjadi walaupun hujan hanya berintensitas rendah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng, Andi Sjafaruddin Magau mengatakan, perlu kita ketahui teknis sejarah banjir bantaeng sejak lama dan itu periodik.

“Topografi bantaeng ini hampir wilayahnya berbukit, kecenderungan arah konturnya menuju arah Kota Bantaeng secara otomatis hujan yang terjadi di pegunungan itu akan mengalir turun ke kota dan itu mengarah pada Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissappu,” jelasnya, Kamis, (23/9).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa kedua kecamatan ini merupakan titik rawan menjadi banjir. Catchment area (daerah aliran sungai) atau luasan yang mempengaruhi banjir di Bantaeng sangat luas, dimulai dari pegunungan Lompobattang.

Kata dia, tentunya banjir ini sangat kompleks dalam hal penanganan, kemudian di Bantaeng ini perlu adanya dukungan infrastruktur cukup memadai dan perlu analisis yang baik sehingga dalam penanganan infrastruktur menjadi investasi yang tepat.

“Penanganan banjir tidak selamanya infrastruktur, tentunya harus juga didukung dengan kegiatan penghijauan sehingga kawasan hutan dapat terjaga dengan bagus,” kata dia.

Diketahui bahwa titik sering terjadinya banjir, sekitaran Pasar dan Garegea. Wilayah pasar ini merupakan dataran paling rendah dalam Kota Bantaeng sehingga menjadi kerawanan banjir.

“Rencananya, kedepan akan dibuatkan dam atau bendungan pengendali banjir yang mempunyai nilai investasi begitu besar,” bebernya. (*)

 

Penulis : Firmansah