oleh

HMI Menjaga Independen Dalam Pilkades Serentak di Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar mengambil sikap kelembagaan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Takalar dengan tidak mengeluarkan Rekomendasi kepada Calon Kepala Desa.

Hal ini dilakukan untuk menjaga pretensi dan tendensi dalam Pilkades serentak di Kabupaten Takalar hingga penegasan sifat HMI yang Independen sebagaimana tertera dalam Anggaran Dasar HMI pasal 6 yakni HMI Bersifat Independen.

Mengingat status, fungsi dan peran HMI sebagai organisasi mahasiswa yang berfungsi sebagai organisasi Kader serta berperan sebagai organisasi perjuangan yang tak ubahnya adalah organisasi kemahasiswaan yang memiliki domain massa dalam Universitas tidak pada Desa-desa.

HMI Cabang Takalar, Nurcholish Madjid Datu menegaskan bahwa untuk mensinyalir regulasi dan peraturan Bupati terkait persyaratan sebagai Calon Kepala Desa pada Pilkades serentak ini masih labil, tidak stabil, misalnya anasir persyaratan bagi Cakades harus mengantongi Rekomendasi OKP kemudian ditambah menjadi OKP dan ORMAS lalu ditambahkan lagi OKP dan ORMAS Keagamaan, ucapnya.

“Kami melihat potensi yang diakibatkan dari rentetan perubahan anasir persyaratan ini laksana api dalam sekam yang suatu waktu dapat meledak. Itu sebab HMI Cabang Takalar tidak ingin meluncur ke dalam pusara polemik juga sebagai implementasi Pasal 5 Ayat 8 Anggaran Dasar HMI yakni “ikut terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan” agar tetap menjadi kontrol sosial.

Saya sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Takalar memohon maaf kepada kawan-kawan calon Kepala Desa dengan amat menyesal tidak memberikan dan mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Cakades manapun tanpa menentang kebijakan pemerintah sebagai sikap kelembagaan yang bersifat Independen.

Namun, HMI Cabang Takalar akan tetap mengawal jalannya Pilkades Serentak dalam nafas kejuangan kita, tegas Nurcholish Madjid Datu.