oleh

Samsat Parepare Gandeng Satlantas Sosialisasi Penghapusan Denda Kendaraan Bermotor

PAREPARE, RAKSUL Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Samsat Parepare kembali melakukan penertiban Pajak Bapenda Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Parepare.
Selain melakukan penertiban Pajak kendaraan, juga memberikan edukasi atau sosialisasi ke masyarakat pengendara, terkait adanya penghapusan denda yang kembali diberikan hingga Tanggal 29 September mendatang.
Sekretaris Badan Pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan, Winarno Eka Putra yang hadir memantau penertiban tersebut mengatakan, penertiban ini merupakan kegiatan dari Badan Pendapatan Daerah uatamnya Samsat Wilayah Parepare dalam rangka penertiban pajak kendaraan bermotor. Apalagi saat ini kata dia, sedang memberikan insentif pajak ke masyarakat berupa pembebasan denda yang akan berakhir pada tanggal 29 September medatang.
“jadi ini semacam sosialisasi kemudian penertiban pajak juga. Kalau ada denda kita bebaskan semua, jadi kita berikan insentif pajak. Jadi sekarang kan kita tau masih pandemi covid-19 jadi kita berikan insentif pajak ke masyarakat. Jadi kalau mau bayar pajaknya sekarang saatnya, sekarang tinggal beberapa hari ini setelah itu akan timbul dendanya lagi. Jadi semua denda kita hapuskan untuk sementara sampai batas waktu yang telah ditentukan,”Ujar Winarno Eka Putra.
Kegiatan tersebut serentak dilakukan di sleuruh UPT Samsat Kabupaten/Kota untuk menjaring semua kendaraan, agar taat pajak yang belum membayar pajak.
“Karena kita tau pajak sifatnya memaksa, mau tidak mau kita harus tegakkan karena ini dari masyarakat untuk masyarakat juga nantinya,”Tegasnya.
Senada dengan Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Samsat Parepare, Asruddin bahwa melihat tunggakan kendaraan di masa pandemi Covid-19 ini semakin besar, maka Bapenda Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan kebijakan dengan memberikan Insentif kepada masyarakat berupa fasilitas denda. Namun dalam penertiban ini lanjutnya, tetap menjaga etika sosial, dan peradaban masyarakat khususnya wajib pajak.
“Khusus Parepare tunggakan kendaraan kurang lebih hampir menyentuh Rp 2 miliar. Itu untuk tunggakan, baik tahunan maupun jatuh tempo yang sifatnya bulanan. Yang sifatnya bulanan kita lakukan pembinaan, pembinaan secara lisan “datangki Bayar Pajak Kendaraan ta” kalau sifatnya tahunan 3 sampai 5 tahun kita berikan surat teguran, kalau memang ditemukan lagi dengan sudah diberikan surat teguran, itu kita serahkan ke mitra untuk proses pembinaan ke mitra kepolisian,”Jelas Asruddin.
Sementara Kanit Patroli Satlantas Polres Parepare Ipda Kadir Jaelani yang merupakan Mitra UPT Samsat Parepare mengungkapkan, bahwa dalam Penertiban ini, pihaknya menjaring sedikitnya 5 pengguna kendaraan yang tidak dilengkap Surat Izin Mengemudi, baik kendaran roda dua maupun roda empat
“Jadi kali ini kami bersama Samsat melakukan Penertiban. Untuk Kepolisian sendiri disini melakukan penertiban dalam hal kelengkapan surat-surat berkendara maupun kelengkapan kendaraan. Dan untuk pengendara yang ditilang hari ini, ada sepeda motor 3 unit, dan kendaraan roda empat ada 2 unit, jadi total 5 tilang yang kami berikan kepada pengendara yang melanggar saat operasi ini. Proses selenjutnya, tilangnya kita serahkan di pengadilan nanti di pengadilan mengikuti sidang atau membayar dendanya di Bank BRI,”Ungkap Ipda Kadir Jaelani.
Ditambahkan Kadir jaelani, bahwa momen penghapusan denda oleh Bapenda tersebut, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat penertiban seperti ini. Karena menurutnya, selain fasilitas sudah ada saat di lokasi penertiban, ini juga berupa edukasi ke masyarakat untuk lebih memperhatikan kewajiban mereka membayar pajak kendaraan bermotor,”Imbaunya.(Yanti)