oleh

Ratusan Lahan Rel Kereta Api di Sulsel Terancam Dieksekusi Paksa

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ratusan lahan rel kereta api terancam dieksekusi oleh pengadilan. Pasalnya pemilik lahan masih ngotot mempertahankan tanahnya meski telah dilakukan berbagai upaya persuasif.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Jumardi saat ditemui, Rabu (22/09) kemarin. Ia mengatakan, masih ada seratusan bidang tanah yang saat ini masih dalam tahap mediasi.

“Kami sudah mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan. Tapi, kami masih akan terus menempuh jalur persuasif dan eksekusi ini jalan terakhir yang akan kami tempuh,” kata Jumardi.

Jumardi melanjutkan, langkah eksekusi yang akan ditempuh oleh pihaknya, menyusul tenggat mega proyek kereta api itu akan berakhir di akhir tahun 2021 mendatang. Artinya, sisa waktu hanya tiga bulan.

“Kontrak kami dari pusat itu hanya sampai akhir tahun ini, semua sudah harus selesai. Olehnya kami meminta kepada pemilik lahan yang masih bertahan untuk legowo, karena ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Saat ini, progres pembebasan lahan rel kereta api di Maros sudah mencapai 89 persen sementara pengerjaannya sudah 68 persen. Ia pun berharap bulan Oktober mendatang, pembebasan lahan sudah bisa rampung 100 persen.

“Oktober ini harusnya sudah 100 persen pembebasan lahannya. Makanya kami dengan tim terus melakukan upaya persuasif ke pemilik lahan agar nanti tidak ada yang namanya eksekusi,” sambungnya.