oleh

Program Titipan Lolos APBD-P

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Rp110 miliar usulan anggaran asal 3 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disorot Fraksi PAN DPRD Sulsel. Selain menyoal mekanisme pengusulan anggaran, nilai program melampaui pagu indikatif juga disoal karena berpotensi menjadi temuan.

Anggaran tersebut antara lain Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rp50 miliar, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rp15 miliar serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rp45 miliar dengan total Rp110 miliar.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel dari Fraksi PAN, Andi Irwandi Natsir mengungkapkan, di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura ada Rp50 miliar penambahan. Anggaran tersebut untuk pengadaan pupuk.

“Namun melebihi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang sudah ditetapkan,” ujar Irwandi.

“Sehingga terkait program pengadaan pupuk yang melampaui pagu anggaran, kami minta dihentikan, kami minta dianggarkan di tahun (APBD Pokok, red) 2022,” lanjut Irwandi.

Kemudian dugaan anggaran titipan di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulsel sebesar Rp8,9 miliar. “Di Biro Kesra ada penambahan anggaran tiba-tiba muncul dengan jumlah Rp8,9 miliar dari total anggarannya Rp15 miliar lebih. Kami minta itu ditiadakan,” jelasnya.

Peruntukan anggatan tersebut, lanjut Irwandi untuk bantuan sosial rumah ibadah dan panti asuhan. Hanya saja tidak dilengkapi dengan proposal.