oleh

Polres Takalar Mulai Dalami Pemalsuan Dugaan II SK Palsu PDAM Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Polres Takalar mulai dalami dugaan pemalsuan II SK palsu PDAM Takalar sehingga hari ini telah memeriksa Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar, Budirosal kurang lebih tiga jam di Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Polres Takalar, Kamis (23/09).

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hardjoko melalui Kanit Pidum Polres Takalar, Ipda Chaidir menyampaikan bahwa hasil pemeriksaannya, Direktur PDAM Takalar, Budirosal tak mengetahui tentang pembuatan 11 SK palsu tersebut karena dia baru menjabat sebagai Direktur PDAM Takalar. Sehingga kami meminta beberapa dokumen untuk data pendukung.

“Minggu depan kami akan memanggil beberapa pegawai PDAM Takalar yang mengetahui tentang pembuatan SK Palsu tersebut,” kata Ipda Chaidir.

Sementara Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar, Budirosal. “Tadi saya diperiksa kurang lebih tiga jam di Polres Takalar, tetapi saya tidak tahu menahu persoalan SK tersebut,”ujarnya

Dimana diketahui pada bulan April tahun 2019, 11 SK Palsu ini telah dilakukan pencairan kredit pegawai di Bank Sulselbar Cabang Takalar dengan nilai 1,4 milyar.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Takalar, Ridha Abbas yang didampingi staf Kepala Seksi Pemasaran Kredit, Irham membenarkan adanya II SK Pegawai PDAM Takalar yang pernah mencairkan kredit di Bank Sulselbar Cabang Takalar.

“Pada saat itu, Kepala Seksi Pemasaran Kredit, Rezki Oges yang berkomunikasi dengan mantan Direktur PDAM Takalar, Jamaluddin dan bendahara PDAM Takalar. Hanya saja, saya tidak ketahui siapa nama bendaharanya,”
Ucap Irham belum lama ini diruang nya.

Kalau soal asli atau palsu SK tersebut kami tidak ketahui karena kami di Bank Sulselbar tak memiliki alat untuk mendeteksi. Pencairannya di lakukan sesuai dengan SOP Bank Sulselbar Cabang Takalar.

Sebab, para pemohon mengajukan kredit pegawai dengan melampirkan foto copi KTP, NPWP, buku nikah, kartu keluarga, dan SKnya. Setelah itu, hanya berselang sekitar dua hari kemudian kredit mereka dicairkan, tutup Irham. (tir)