oleh

Berikan Motivasi ke Maba UPRI, Kepala LLDikti IX: Bukti Kepercyaan Masyarakat Sangat Tinggi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Universitas Pejuang Republik Indonesia ( UPRI) Makassar, mengukuhkan 821 mahasiswa baru Strata Satu (S1). Dan 65 Magister (S2) tahun 2021 di Kampus UPRI Antang Makassar, Kamis (23/9/2021).

Pada kesempatn ini hadir sebagai pemateri berbagi pengalaman yakni. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara). Prof. Dr. Ir. Jasruddin, M.Si.

Prof. Jasruddin awalnya menyampaikan selamat kepada mahasiswa baru karena niat mengejar cita-cita hingga masuk ke perguruan tinggi saat ini.

“Selamat mengejar mimpi, karena niat mau jadi sarjana. Selamt datang generasi Z,” ucap guru besar Fisika UNM itu.

Sebagai LLDikti ia berterima kasih kepada civitas akademika UPRI Makassar karena berhasil menjalankan nawacita pendidikan tinggi. Karena kerja keras sehingga UPRI dapat kepercayaan dari Masyarakat sebanyak 821 mahasiswa baru plus 65 calon Magister.

“Ini atas kerjakeras, lebih karena tata kelola baik, mampu membuktikan bahwa inilah kampus yang mampu mencetak generasi muda yang bisa bersaing di masa depan. Tentu masyarakat percaya itu,” jelasnya.

Dia berpesan agar mahasiswa harus punya mimpi. Mereka sudah masuk di perguruan tinggi yang dipercaya oleh masyarakat, maka memanfaatkan waktu dengan baik.

“Karena fokus pada orentasi kurikulum yang di sediakan. Apalagi kampus yang mampu mengikuti pembelajaran kampus merdeka dan merdeka belajar,” pungkasnya.

Sedangkan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PPP. Dr H Muhammad Aras, S.Pd, MM. Berbagai pengalaman dimana awal masuk kampus tahun 1980 an.

“Yang pasti bahwa mahasiswa tugasnya mengejar mimpi,” pesan dia.

Lanjut mantan ketua DPW PPP Sulsel itu, bahwa mahasiswa tak boleh.minder masuk diperguruan tinggi. Ia menuturkan bahwa mau PTN atau PTS hampir sama. Tergantung keseriusan mahasiswa untuk belajar.

“Persoalan dikampus mana saja persoalan lain. Yang pasti harus banyak belajar punya niat menyelesaikan proses dilewati,” tuturnya.

Dia berharap agar mahasiswa nantinya mengikuti proses belajar mengajar. Harus diimbangi dengan orgamisasi agar menjadi bekal di kemudian hari setelah tamat kuliah.

“Juga harus kompetitif, mahasiswa tak hanya belajar di kampus. Tapi berpikir global, juga menaikkan kualitas diri di berbagai organisasi. Jika punya kwalitas pasti dibutuhkan dimana-mana,” pungkasnya. (Yad)