oleh

Pendaftar Haji di Sulsel Capai 237.620 Orang, Waktu Tunggu 33 Tahun

Terkait kegiatan Jamarah ini, mantan Kakan Kemenag Kabupaten Bulukumba ini menyampaikan, jika kegiatan Jamarah ini merupakan program desiminasi atau proses penyebaran inovasi.

“Dimana yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola oleh Kemenag bersama stake holder terkait khususnya menyangkut masalah seputar kebijakan haji dan umrah,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H Khaeroni mengatakan, kegiatan Jamarah ini adalah bentuk desiminasi atau proses penyebaran informasi dan inovasi yang valid utamanya program yang dikelola oleh Kemenag bersama stake holder yang menyangkut masalah seputar kebijakan haji dan umrah.

“Kami sangat maklumi kekecewaan masyarakat dan khususnya umat Islam di Indonesia ketika kebijakan pembatalan atau penundaan pelaksanaan haji dikeluarkan pemerintah,” katanya.

“Dari peristiwa pembatalan haji 2 tahun ini pulalah kita bisa mengambil hikmah besar bahwa haji dan umrah itu, bukan saja ibadah yang bersifat rekreatif spiritual semata, tapi juga ada sisi edukatifnya,” sambungnya.

Menurutnya, salah satu makna filosofis serta hikmah dari ibadah haji adalah bagaimana umat bisa bersatu dalam keberagaman.

“Jutaan jemaah haji di Tanah Suci berasal dari negara, suku, warna kulit, bahasa bahkan budaya yang berbeda-beda dari seluruh dunia, tapi bisa menyatu dalam satu kalimat Tayyibah. Ketika ini dimaknai lebih dalam, maka makna yang terkandung dalam ibadah haji akan mempersatukan bangsa ini,” ujarnya.