oleh

Pendaftar Haji di Sulsel Capai 237.620 Orang, Waktu Tunggu 33 Tahun

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pembatalan atau penundaan pelaksanaan haji dan umrah selama hampir 2 tahun akibat pandemi Covid-19 otomatis menambah jumlah waiting list (daftar tunggu) bagi calon jemaah haji.

Khusus di Sulsel, jumlah pendaftar (tunggu) bagi calon jemaah haji kini mencapai ratusan ribu orang. Bahkan telah mencapai 237.620 orang.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, H Ali Yafid mengatakan, kondisi pandemi ini tidak menyurutkan niat dan tekad masyarakat Sulsel untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Saat ini jumlah pendaftar haji di Provinsi Sulawesi Selatan pertanggal 21 September 2021 sebanyak 237.620 orang,” jelas Ali Yafid pada kegiatan Jamarah (Jagong Masalah Umrah dan Haji) terkait Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Selasa (21/9/2021).

Dijelaskan, bila dihitung kuota haji untuk Sulsel setiap tahun sebanyak 7.272 orang (kuota normal terakhir tahun 2019) maka estimasi lama menunggu calon jemaah haji di Sulsel rata-rata 33 tahun.

“Paling lama daftar tunggu yakni 44 tahun dan berada di Kabupaten Bantaeng. Sementara daftar tunggu paling cepat di Kabupaten Luwu 20 tahun. Sulsel sendiri masih menduduki peringkat pertama di Indonesia sebagai provinsi dengan waiting list terbanyak,” ungkap Ali Yafid.

Meski daftar antrian panjang, namun dia tetap optimis dan berharap, pemerintah Indonesia melalui Kemenag, DPR RI, dan Instansi terkait akan terus berupaya keras membujuk pihak Arab Saudi agar pelaksanaan haji tahun 2022 bisa segera dilaksanakan.

“Tentu besar harapan kuota haji untuk Indonesia bisa ditambah setiap tahunnya,” harap Kabid PHU ini.