oleh

KAPABEL Akan Gelar Penanaman 25.000 Mangrove di hilir DAS Saddang Pinrang

PINRANG, RAKYATSULSEL.CO – Konsorsium Adaptasi Perubahan Iklim dan Lingkungan (KAPABEL) yang terdiri dari lima (5) lembaga yaitu 1) Yayasan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat; 2) Yayasan AKU; 3) Puslitbang NHBCCC Universitas Hasanuddin; 4) Kanopi Hijau; dan 5) Bumi Lestari, akan menggelar Penanaman Mangrove sepanjang 1,2 km di pesisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Saddang di Kabupaten Pinrang.

Lokasi yang menjadi fokus penanaman Mangrove ini masuk dalam batas administrasi Desa Paria, Desa Bababinanga, Kec. Duampanua dan Desa Salipolo, Kec. Cempa. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 September 2021 dengan melibatkan masyarakat desa serta komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini rencananya juga akan dihadiri oleh berbagai pihak dari instansi pemerintahan daerah Kabupaten Pinrang yang terkait.

Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi salah satu rangkaian dari Program “Adaptasi Masyarakat Ekosistem DAS Saddang berbasis Pangan Hutan” melalui pendanaan hibah internasional dari Adaptation Fund (AF).

KAPABEL menjadi salah satu entitas di Indonesia yang usulan programnya telah lolos dan memenuhi kriteria dari AF melalui Kemitraan (The Partnertship for Governance Reform) sebagai mitra resmi AF yang telah terakreditasi di Indonesia.

Program KAPABEL yang telah berlangsung sejak bulan November 2020 ini merupakan Pilot Project AF di Indonesia. Tak hanya di Pinrang, program ini juga dijalankan di 3 Kabupaten lainnya yakni, Kab. Enrekang, Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai area Hulu DAS Saddang.

“Penanaman 25.000 mangrove sebagai upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir DAS Saddang khususnya di kawasan yang berpotensi terjadinya abrasi laut dan abrasi Sungai Saddang,” ujar Muh. Faisal M, selaku Program Manager KAPABEL Wilayah Hilir.

Jenis mangrove yang akan ditanam berjenis Rhizopora stylosa, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata. Sebelumnya, bibit mangrove yang akan ditanam telah dibibit selama 3 bulan oleh Anggota Kelompok Peduli Perubahan Iklim (KPPI) dengan pendampingan yang diberikan oleh KAPABEL.

“Mari kita peduli dan bersama-sama mengawal keberlanjutan keberadaan mangrove di pesisir DAS Saddang, karena ini bagian dari penyelamatan ekosistem darat dan laut, save our earth,” tambah Faisal.

Selain itu, dalam ajang penanaman mangrove Tim Diseminasi KAPABEL melakukan pembuatan film untuk menceritakan rangkaian pra dan pasca penanaman mangrove. Hasil film dokumenter ini nantinya akan ditayangkan di Channel Youtube Tim Layanan Kehutanan Masyarakat selaku Lead Konsorsium.

“Kegiatan ini juga tidak hanya sampai penanaman saja, melainkan kami bersama-sama KPPI akan melakukan Camp bersama diwilayah pesisir DAS Saddang Kab. Pinrang untuk melakukan monitoring dan menyulam bibit yang telah ditanam agar angka kematian bibit mangrove terminimalisir,” tambah Syafriman Ali selaku Program Officer KAPABEL Wil. Kabupaten Pinrang. (*)