oleh

Penanganan Banjir di Pasar Sentral Bantaeng Sebatas Perencanaan

 

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng menanggapi bencana banjir yang sering terjadi di pasar Sentral Kabupaten Bantaeng, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bisappu.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nasir Awing mengatakan, peristiwa tersebut sebenarnya bukan banjir tetapi genangan karena khusus di terminal pasar antara adanya genangan dan surutnya tidak terlalu lama.

 

“Sudah koordinasi dengan pihak terkait khususnya Dinas PU dan Penataan Ruang terkait perbaikan dan pembangunan saluran air atau drainase,” jelasnya, Selasa (21/9).

 

Dia menjelaskan, genangan beberapa waktu yang lalu airnya paling lama satu jam sudah surut atau normal kembali. Selanjutnya, kata dia, ada beberapa faktor penyebab, yakni curah hujan yang cukup tinggi, dipicu cuaca ekstrem.

 

“Kesadaran warga yang harus terus ditingkatkan supaya tidak membuang sampah di sembarang tempat terutama drainase atau saluran air, supaya pada saat hujan turun air mengalir dengan lancar,” imbau Nasir.

 

Senada dengan itu, Kepala Dinas PUPR Bantaeng, Andu Sjafaruddin Magau mengatakan pemerintah daerah dengan bantuan Balai Besar Pompengan sedang membuat kajian pengendalian banjir untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Calendu dan Sungai Tangnga-tangnga.

 

Dia mengakui bahwa yang sering tergenang air hujan atau banjir pada area pasar dan sekitar, ada beberapa faktor. “Curah yang tinggi dan hujan yang lama. Beberapa sungai dan saluran pembuang utama yang mengarah kepasar dan daerah sekitar,” katanya.

 

Disamping itu, tentunya dukungan infrastruktur belum memadai. Adapun solusinya beberapa alternatif antara lain perlu penambahan bangunan pengendali banjir, sistem drainase yang lebih baik dan lain lain sebagainya. (*)

 

Penulis : Firmansah