oleh

Ilmuwan Dunia Akan Berkolaborasi pada ASBAM ke-9 di Makassar

MAKASSAR, RAKSUL- Seminar Internasional ke-9 Arkeologi, Sejarah, dan Budaya di Alam Melayu (ASBAM) akan digelar 27 hingga 28 Oktober 2021 di kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS), Kota Mamassar.

Seminar bertema ‘Exploring the Civilization and Socio-Cultural
Dynamics in the Malay World’ atau Meneroka Peradaban dan Dinamika Sosial-Budaya Alam Melayu ini bakal dihadiri sejumlah ilmuwan dunia sebagai pembicara kunci.

Ketua Panitia ASBAM ke-9, Dr. Muhlis Hadrawi menguraikan, dalam ASBAM ke-9 ini akan melibatkan beberapa ilmuwan Perguruan Tinggi dan Istansi penelitian/riset dari 8 negara, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Belanda, Australia, Philipina dan Kamboja.

Output seminar ini kata Muhlis, sapaan karib Ketua Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya, Unhas adalah menghasilkan proceeding terindeks scopus dan jurnal international, serta. nasional.

Beragam topik menarik yang akan dibahas dalam seminar yang disenggarakan oleh kampus merah itu, seperti 1) Tata Kelola Warisan Kebudayaan, 2) Arkeologi dan Peradaban, 3) Manuskrip: Narasi Peradaban dalam Konteks Masa Kini, 4) Gender, Etnisitas, dan Multikultur dalam Media, 5) Dinamika Sastra dan Bahasa di Era Pandemi, 6) Humanisme Pascapandemi, 7) Moderasi Beragama dalam Pemikiran dan Praktik, dan 8) Jalur Rempah dan Perdagangan Maritim Nusantara.

“Semenjak tahun 2012, ASBAM sebagai forum komunikasi ilmiah international telah mengambil peran persebaran hasil-hasil kajian ilmuwan dunia. Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universitas Hasanuddin secara bersama-sama terus-menerus menjalankan Seminar Antarbangsa ASBAM setiap tahun.

Pada tahun 2021 ini para ilmuwan, peneliti, budayawan, jurnalis, dan praktisi diberi peluang untuk berkomunikasi dan memublikasikan karya melalui Seminar Antarbangsa ASBAM ke-9,” urai Muhlis kepada rakyatsusel.co, Selasa, (21/9/2021)

Pelaksanaan ASBAM ke-9 pada tahun 2021 ini diselenggarakan oleh UNHAS dan UKM dengan melibatkan kerja sama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dan Kantor BPCB Provinsi Sulawesi Selatan. Ada juga institusi luar negeri, Ikatan Arkeologi Maalysia (IAM).

“Tujuan kegiatan untuk menghimpun para ilmuwan dari berbagai latar belakang insitusi perguruan tinggi dan lembaga riset dengan kepakaran pada isu peradaban Melayu dan Nusantara,” detail Ketua Masyarakat Pernaskahan (Manassa) Suselbar ini.

Selain itu, juga untuk mempresentasikan hasil-hasil kajian ilmiah yang terbaru di bidang Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu. “Serta mewadahi terjalinnya komunikasi bagi ilmuwan, dosen, peneliti, dan pemerhati terhadap kajian-kajian Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Budaya di Alam Melayu pada level internasional,” imbuh pria Bugis kelahiran Kabupaten Bone ini.

Pembicara utama pada seminar internasional itu, yakni Prof. Dr. Zuliskandar Ramli (ATMA-UKM, Malaysia), Prof. Emeritus Campbell Macknight (ANU, Australia), Prof. Dr. Fathu Rahman, M.Hum. (UNHAS, Indonesia), dan Prof. Dr. Martin Van Bruinessen (Belanda).

Untuk pembicara undangan akan menghadirkan Dr. Kathryn Wellen (KITLV, Laiden), Iann Caldwell (UPD Philipina), Stephen C. Druce. Ph.D. (UBD Brunai), dan Nik Rakib Nik Hassan (Nusantara Studies Center, Thailand).

“Bagi yang ingin mengirimkan paper agar terlebih dulu mengirimkan abstrak. Batas pengiriman abstrak 30 September 2021, sedangkan batas pengiriman full paper 15 Oktober 2021,” lanjut dia.

Makalah lengkap memuat abstrak, biografi singkat (maksimum 200 kata) dan ditulis dalam bahasa Inggris sesuai template. Makalah terdiri dari 4.000 s.d 5.000 kata Microsoft Word font Times New Roman 12pt di luar abstrak dan riwayat penulis. “Untuk memperoleh informasi yang lengkap disilakan melayari web site: asbam9@gmail.com,” tandasnya. (*)