oleh

Dua Bulan Beroperasi, Pemkot Makassar Resmi Tutup Program Isolasi Apung

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi menutup Isolasi Terapung (Isoter) KM Umsini, Senin (20/9). Ada 297 pasien yang dirawat selama hampir dua bulan beroperasi. Dalam kurung waktu 2 bulan itu, KM Umsini telah menelan anggaran Pemkot Makassar sebesar Rp 2,5 miliar.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan, program isolasi mandiri selanjutnya berpindah ke provinsi. Angka kesembuhan dinilai sudah membaik sehingga operasi Umsini dianggap tidak efektif lagi.

“Berhasil menekan BOR. Jadi, intinya keberhasilan program isolasi terpadu adalah BOR. Jadi BOR-nya sudah sangat rendah jadi kita akhiri,” ungkap Moh Ramdhan Pomanto, Senin (20/9).

Diketahui, Bed Ocupancy Rate (BOR) di Makassar cukup rendah sementara di Isoter Umsini tinggal 2,5 persen. Itu, mengindikasikan program penanganan covid terutama di Isoter berhasil. “Janji saya perbulan kita evaluasi, dan dari hasil evaluasi kita kita akhiri ini,” jelasnya.

Danny menambahkan, pasien yang dirawat di KM Umsini 100 persen sembuh. Hanya memang, ada satu pasien yang belum diketahui statusnya dan akan dirawat oleh pemerintah provinsi. “Data pasien itu 275 terakhir. Kemarin sisa delapan dan sudah turun dan semua sembuh. 100 persen sembuh,” cetusnya.

Terkait penggunaan anggaran operasional Umsini, Danny—sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya mengalokasikan Rp1,5 miliar perbulan untuk biaya sewa kapal bulan pertama. Kemudian pada bulan kedua, pihak Pemkot Makassar tak lagi membayar sewa kapal.

“Setelah bulan kedua tidak ada lagi (biaya sewa kapal). Tinggal, makan minum dan operasi petugas,” katanya.

Sementara itu, untuk biaya makan minum dan obat-obatan, Pemkot Makassar menyebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 miliar selama dua bulan beroperasi. “Kurang-lebih 1 M selama 2 bulan,” ungkap Jubir Makassar Recover Indira Mulyasari saat dimintai konfirmasi.

Terpisah, Plt Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Idham Saputra menyampaikan, pihaknya belum menerima laporan kebutuhan anggaran operasional di KM Umsini. Sebab, biaya tersebut melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kita belum tau total anggaran karena belum ada laporan. Kita hanya menunggu itu lalu kita cairkan,” tandasnya.
Termasuk, sambung Idham, alokasi anggaran kebutuhan mengenai rencana Pemkot Makassar mengalihkan pasien Isolasi Terapung ke Pemprov Sulsel. “Kami sifatnya hanya menungggu,” singkatnya. (Arm)