oleh

Danny Tolak Dibelikan Randis Baru, Begini Tanggapan Akademisi UIN Alauddin

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Belum lama ini, beredar kabar Wali Kota, Danny Pomanto menolak pengadaan mobil dinas baru untuk dirinya.

Padahal telah dianggarkan menggunakan APBD tahun 2021 sebesar Rp 2 miliar. Dia merasa tidak memerlukan kendaraan baru. Sebab, masih ada yang bisa digunakan, apalagi susasan pandemi.

Kaitan hal ini, Akademisi UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hajar Yusuf mengatakan, bahwa terkait Danny selaku Wali kota menilak mobil dinas baru perlu diapresiasi.

“Pak Danny Pomanto selaku Wali kota Makassar menolak pengadaan mobil dinas yang telah dianggarkan senilai 2 M. Ini perlu diapresiasi bersama,” ujarnya, saat ditemui, Selasa (21/92021).

Dosen Komunikasi Politik di Fakuktas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini meyakini bahwa masa pandemi saat ini masyarakat serba sulit memenuhi kebutuhan.

Oleh sebab itu, Danny menolak mobil Dinas dengan harga fantanstis karena Wali kota paham bentul apa diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat saat ini.

“Menurut saya pak Danny Pomanto paham betul apa yang dikatakan mengedepankan azas kebutuhan, tidak berlebih lebihan demi efisiensi anggaran, dimasa pandemi tentu banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerja terus diselesaikan dalam menata Kota 2 kali tambah baik,” jelasnya.

Ditambahkan, sikap Danny yang lebih memilih memakai kendaraan pribadinya untuk operasional dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Wali kota Makassar, perlu diteladani oleh daerah lain.

“Sikap (Wali kota Makassar ini, tentu bisa menjadi tauladan patut di contoh oleh Bupati walikota atau pejabat yang ada di daerah lain,” pungkasnya.