oleh

Gagal Dongkrak PAD, Direksi Perusda Pasrah Jika Dibubarkan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ancaman Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto membubarkan perusahaan daerah direspons dingin para direksi. Mereka siap menerima langkah yang akan ditempuh oleh pemerintah.

Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan mengatakan, pembubaran Perusda menjadi kewenangan kepala daerah sebagai pemilik.

Menurut dia, tidak ada masalah bila pemerintah, dalam hal ini, Wali Kota Makassar menggunakan kewenangannya sesuai dengan ketentuan.

“Wali Kota kan, owner. Kalau ada perubahan itu tidak apa-apa,” kata Saharuddin, Minggu (19/9/2021).

Menurut dia, pihaknya saat ini berusaha bekerja maksimal dan fokus untuk bekerja. Saharuddin menilai, realisasi pendapatan Perusda yang dianggap minim sehingga berdampak pada setoran deviden, disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, pendapatan yang belum mencapai target hampir dialami semua oleh Perusda.

“Tahun lalu, pasar pernah tidak dibuka karena PSBB berapa kali. Bagaimana pedagang mau setor sementara mereka juga terdampak,” ujar Saharuddin.

Sahar mengaku, pihaknya tidak berpangku tangan melihat situasi tersebut. Sejumlah inovasi dilakukan demi meningkatkan pendapatan.

“Kami buat beberapa inovasi untuk pendapatan bertambah. Misalnya, menggandeng Tokopedia, Grab, dan membuat baruga pasar,” ujar dia.

Sahar menjelaskan, jual beli dengan sistem online ini dinilai efektif membantu pedagang menjajakan produknya. Inovasi ini didukung dengan kehadiran baruga pasar sebagai tempat penyimpanan barang dagangan.

“Pendapatan itu bicara transaksi. Nah, melalui ini kita mendapat persen. Ini salah satu cara mendapat pemasukan. Pedagang juga bisa menyetor retribusi karena barangnya laku,” kata Saharuddin.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Irhamsyah Gaffar tak berkomentar banyak ihwal wacana perombakan Perusda. Menurut dia, bersama direksi lain hanya ingin fokus bekerja utamanya memperbaiki pelayanan dan pendapatan.

“Intinya, itu kita serahkan ke Pak Wali sebagai owner,” ujar Irhamsyah.

Dia menjelaskan, pihaknya saat ini memiliki inovasi dalam hal perbaikan pelayanan dan pendapatan. Salah satunya, penggunaan parkir elektronik yang disebar di beberapa wilayah kecamatan.

“Ini sudah mulai berjalan, insya allah menjadi upaya kita perbaiki pendapatan di PD Parkir,” kata dia.

Dividen tiga Perusda yakni Perumda Parkir, PD Pasar, dan Perumda Air Minum masih jauh dari target. Terbukti PD Pasar dan PD Parkir hanya mampu menyetor ratusan juta padahal targetnya mencapai miliaran rupiah.

Hal itu juga dilihat pada setoran dividen dua tahun sebelumnya. Pada 2019 lalu, realisasi dividen Perusda hanya Rp11,48 miliar, padahal targetnya mencapai Rp31,07 miliar. Sedangkan di 2020, setoran dividen perusda justru turun mencapai Rp1 miliar. Realisasinya Rp10,47 miliar dari target Rp40,55 miliar.

Rinciannya, pada 2019 PDAM menyetor Rp9,92 miliar. Namun setoran deviden itu mengalami penurunan di 2020. Realisasinya hanya Rp9,31 miliar. Kondisi itu juga terjadi di PD Pasar Makassar Raya dan PD Parkir Makassar Raya.

Pada 2019, setoran deviden PD Pasar Makassar Raya bisa mencapai target Rp802,87 juta. Namun di 2020, deviden itu justru turun dan hanya menyetor Rp711,06 juta.

Sedangkan PD Parkir Makassar Raya raalisasi hanya Rp762,99 juta di 2019, dan mengalami penurunan di tahun berikutnya. PD Parkir hanya mampu menyetorkan Rp443,63 juta. Sedangkan perusda lainnya tanpa setoran dividen. (Arm)