oleh

Meski Terkendala Hoaks, Capaian Vaksinasi Puskesmas Campagaloe Bantaeng Terus Bertambah

BANTANG, RAKYATSULSEL.CO – Puskesmas Rawat Inap Campagaloe melaksanakan vaksinasi yang menyasar beberapa Desa dan Kelurahan di Kecamatan Bissappu dan Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

 

Kolaborasi ini dilakukan guna mengakselerasi pemerataan program vaksinasi di Desa dan Kelurahan wilayah Puskesmas Campagaloe.

 

Selain itu, diketahui program ini merupakan upaya menjaga stabilitas tubuh masyarakat, mempekuat imun, preventif dan pencegahan penyebaran Covud-19.

 

Dari sejumlah Desa dan Kelurahan, sebanyak 997 orang telah melakukan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 196 orang, dengan rincian sebagai berikut.

 

Wilayah Puskesmas Campagaloe. Desa Bonto Cinde, dosis pertama 243 orang, dosis kedua 57 orang, Desa Bonto Loe, dosis pertama 331 orang, dosis kedua 52 orang dan Desa Bonto Rannu, dosis pertama 67 orang, dosis kedua 31 orang.

 

Selanjutnya, Kelurahan Bonto Jaya, dosis pertama 243 orang, dosis kedua 32 orang, dan Kelurahan Bonto Langkasa, dosis pertama 124 orang, dosis kedua 23 orang.

 

Untuk diketahui masyarakat, berikut jadwal vaksinasi Desa dan Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Campagaloe. Kantor Desa Bonto Loe tanggal 20 September, Kantor Desa Bonto Cinde 21 September, Kantor Desa Bonto Rannu 22 September, Kantor Kelurahan Bonto Langkasa 23 dan Kantor Kelurahan Bonto Jaya 24 September.

 

Kepala Puskesmas Campagaloe, Bau Caya menyampaikan bahwa ada dua Desa dan tiga Kelurahan kolaborasi vaksin di wilayahnya.

 

Dia mengatakan, hampir semua masyarakat takut disuntik karena terpengaruh kabar hoaks. “Mereka percaya dengan cerita bahwa bila divaksin umurnya akan pendek, bisa mati tiba-tiba seperti film hoaks yang diedit,” sebutnya, Minggu (19/9).

 

Senada dengan itu, Kepala Kelurahan Bonto Jaya, Iskandar menuturkan kolaborasi vaksinasi ini sangat baik antara kelurahan, Desa dan Puskesmas terkait vaksinasi.

 

“Kita melibatkan elemen RW, RT, Dusun, Babinsa, Babhinkamtibmas,” ringkas Iskandar.

 

Hanya saja, lanjut dia, edukasi tentang pentingnya vaksinasi kepada masyarakat sangan dibutuhkan saat ini.

 

“Mungkin salah satu pendidikan dan tingkat kesadaran yang rendah sama pengaruh berita dari tv dan hp android kabar hoaks terkait dampak setelah vaksin,” kata dia (*)

 

 

Penulis : Firmansah