oleh

BBIHP Sosialisasikan Alat “USIRIKAN” di Pangkep dan Takalar Untuk Peningkatan Rumput Laut

MAKASSAR, RAKYATSULSEL CO – Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Kementerian Perindustrian melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi BBIHP memperkenalkan inovasi produk teknologi pengusir hama pemakan Rumput Laut yakni Alat “Usirikan” di Kabupaten Pangkep dan Takalar.

Acara sosialisasi tersebut dilakukan selama 2 hari, yakni 14 September 2021 di Kabupaten Pangkep dan 15 September 2021 di Takalar.

Koordinator Inkubator Teknologi BBIHP, Drs Muhammad Idham MM, mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi terbesar penghasil rumput laut di Indonesia, beberapa di antaranya berada di Kabupaten Pangkep dan Takalar.

Menurutnya,  untuk meningkatkan produksi dan kualitas rumput laut maka diperlukan pendekatan, penerapan dan intervensi teknologi untuk mengatasi rendahnya remdemen atau hasil budidaya dan bahkan bisa menjadi solusi dari masalah yg dihadapi selama ini yaitu hama yaitu ikan pemakan rumput laut.

“Teknologi Usirikan ini merupakan solusi untuk mengusir ikan-ikan kecil khususnya ikan baronang agar menjauh dari area budidaya rumput laut. Sering terjadi kehilangan produksi karena adanya hama pemakan ikan, dengan alat ini produksi bisa meningkat hingga 200 persen,” ujar Idham.

Usirikan merupakan alat yang didesain dari rangkaian komponen elektronik yang terbungkus tabung paralon dengan desain kedap air penghasil suara dan gelombang elektromagnetik yang terbukti dengan efektif dapat mengusir berbagai hama pengganggu dan perusak rumput laut.

Inventor alat ini adalah Prof Ma’ruf Kasim, guru besar Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara. Diproduksi dan dipasarkan melalui CV Melzie Marine Mandiri berkantor di Kendari yang kini didampingi oleh IBT BBIHP Makassar di program Startup Inovasi Indonesia (SII) Kemenristek-Dikti dari tahun 2019 – 2021.

“Usirikan ini sudah diujicoba dan beberapa kabupaten penghasil rumput laut sudah mengaplikasikan alat ini, Alhamdulillah terjadi peningkatan produksi yang signifikan,” kata Idham.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep, Andi Faridah, mengapresiasi adanya alat Usirikan ini. Menurutnya teknologi ini sangat diperlukan petani rumput laut yang notabene merupakan salah satu mata pencaharian sebagian besar masyarakat pesisir di Pangkep.

“Kami ke depan rencana akan memprogramkan Kampung Rumput Laut. Tentunya diperlukan kolaborasi stakeholder terkait serta bantuan teknologi agar program tersebut bisa sukses dan  produksi rumput laut kita bisa meningkat,” ungkap Andi Faridah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Takalar, Muhammad Iskandar Adam, juga menilai teknologi Usirikan ini bisa menjadi solusi agar produksi rumput laut bisa bertambah.

“Takalar merupakan salah satu daerah primadona rumput laut sehingga perlu dimaksimalkan potensi tersebut agar volume dan kualitasnya bisa bertambah baik. Saya kira alat ini bisa menunjang hal tersebut,” kata Iskandar. (*)