oleh

Kontainer Makassar Recover Terbengkalai

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Posko kontainer dalam program Makassar Recover hingga saat ini belum difungsikan. Dari puluhan yang sudah dipasang, cuma dua kotak kargo itu yang terpasang sesuai standar operasional prosedur (SOP). Itupun belum dimanfaatkan.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muhammad Ansar menyatakan, baru dua kontainer yang ditempatkan di lokasi yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan. “Selebihnya menempati lokasi yang tidak sesuai harapan,” kata Ansar, Jumat (17/9/2021).

Ansar mengatakan, penempatan kontainer itu diharapkan tidak mengganggu fasilitas umum. Selain itu, lokasi kontainer juga dilengkapi dengan area parkir.

Ansar menyoroti kinerja lurah yang terkesan tidak serius mendukung program pemerintah itu. Dia meminta, pihak kelurahan segera merampungkan posko kontainer di lingkungan masing-masing, karena akan menjadi bahan evaluasi.

“Sudah sekitar dua bulan dicanangkan tapi belum ada yang difungsikan sebagaimana yang diinginkan,” ujar Ansar.

Dia mengatakan, pihaknya sudah berkali-hali menyampaikan ke lurah bahwa program ini sederhana. “Tetapi, sesederhana apa pun kegiatannya jangan menanggap remeh,” kata dia.

Menurut Ansar, keberadaan kontainer tersebut sangat dibutuhkan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Tempat itu diharapkan sebagai posko-posko yang bisa lebih mengontrol proses tracing, testing, dan treatmen penyebaran wabah.

Berdasarkan pantauan, sejumlah kontainer ditempatkan di lokasi yang tidak seharusnya. Ada yang diletakkan di trotoar seperti di Jalan Veteran dan menempati taman di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

“Yang tidak sesuai tempat, itu harus dipindahkan,” ujar Ansar.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto menyayangkan keberadaan kontainer tersebut. Menurut dia, tak sedikit penempatan kontainer dinilai tak sesuai. Belum lagi, penempatannya berada di area ruang terbuka hijau.

“Banyak lurah yang menebang pohon untuk kontainer, mereka itu malas mencari tempat,” kata Danny.

Danny mengaku tak ingin program posko kontainer di kelurahan menjadi beban pikirannya. itu sebabnya dia menugaskan Sekda Kota Makassar untuk mengambilalih pengawasan posko kontainer tersebut.

“Saya serahkan ke Pak Sekda, biar dia yang atur,” ujar dia. (*)