oleh

Kedisiplinan ASN, BKPSDM Makassar: Kepala OPD Jadi Contoh

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Munandar mengatakan, tingkat kedisiplinan ASN sebenarnya tergantung dari kesadaran mereka. Itu, juga tergantung pimpinan.

Sehingga, ia meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menjadi contoh tentang disiplin. Apalagi, kondisi pandemi semua kemudahan diberikan seperti absensi.

“Disiplin ini kita perlu contoh. Terutama pimpinan OPD memberi contoh,” kata Munandar, Jumat (18/9).

Menurut Munandar, tak ada alasan lagi bagi 10.614 ASN Pemkot Makassar bermalas-malasan apalagi persoalan absensi yang menjadi indikator evaluasi kinerja. Seluruh pegawai boleh absen melalui aplikasi yang disediakan.

“Saat ini ada kebijakan Work From Home tapi masih ada saja pegawai yang tidak disiplin. Itu sesuatu yang tidak baik dan tidak bagus untuk ditiru,” paparnya.

Adapun menyangkut sanksi, Munandar tidak merinci jumlah ASN yang diberi sanksi. Ia hanya menjelaskan, Pemkot setiap tahun menjatuhkan sanksi mulai ringan, sedang, hingga berat.

Munandar mengakui evaluasi ASN tidak berjalan maksimal lantaran adanya pandemi. Sebab, pemerintah kota menerapkan kebijakan WFH sehingga pengawasan ASN minim. Itu, jika ingin melihat dari sisi disiplin ASN.

“Pandemi ini ada kerja di rumah. Beda jika dia bekerja di kantor ada pengawasan dan kontrol, itu disiplin kita ingin lihat. Tapi kalau kinerja, semuanya relatif masih bagus,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan, pegawai lingkup Pemkot Makassar diharapkan bisa menunjukkan kualitas. Terlebih, regulasi baru yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat terkait disiplin ASN.

“Kita ingin ASN ini bisa lebih bergeliat, berinovasi. Jangan sampai kita tertinggal dari daerah lain,” ucap Moh Ramdhan Pomanto.

Pemkot Makassar berencana akan memasukkan indikator inovasi tentang penerimaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Artinya, seluruh PNS dituntut melahirkan karya atau inovasi. Ini juga mendukung Makassar menjadi kota terinovatif. (*)