oleh

Gedung Berlantai Lima Wajib Punya SLF

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini menggenjot rencana rinci tata tuang atau RRTR. Tahapannya, menunggu pemenang tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Jika ke depan RRTR Makassar sudah rampung, gedung berlantai 5 ke atas wajib memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sebab, ada sanksi yang disiapkan jika tidak mengikuti aturan tersebut.

SLF merupakan tanda bahwa gedung tersebut sudah uji kelayakan. Artinya, bangunan tersebut aman baik dari sisi ketahanan maupun antisipasi jika nantinya terjadi kebakaran.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang Makassar, Fuad Azis mengatakan dari ratusan gedung baru dua yang memiliki SLF itu. Berdasarkan catatan DTRB, Baru Makassar New Mal dan gedung Indosat.

“Di Makassar ini baru New Makassar Mall dan Gedung Indosat. Ini yang mau kita tindaklanjuti,” Fuad, Jumat (17/9).

SLF berbeda dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Sertifikat tersebut diurus setelah bangunan jadi, tetapi belum difungsikan. Bangunan yang diharuskan itu minimal lima lantai ke atas. Lalu, bangunan memiliki basement.

Namun, kata Fuad, banyak gedung juga yang telanjur berdiri, tetapi belum punya SLF. Karena itu, pemilik juga wajib mengurus SLF jika ke depan telah terbit Perda RTRW hasil tindaklanjut RRTR.

Kepemilikan SLF di setiap gedung non rumah tinggal dan apartemen sangat penting. Lewat sertifikat itu, kelayakan gedung akan diuji sebelum benar-benar difungsikan dan dipakai beraktivitas.

SLF adalah jaminan bahwa gedung itu aman. SLF bisa diurus lewat permohonan di UPTSA. Setelah itu, ada tim yang menyurvei ke lokasi. Tim tersebut terdiri atas berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kewenangan Pemkot.

Misalnya, terkait dengan keamanan gedung dan antisipasi kebakaran, ada Dinas Pemadam Kebakaran. Terkait dengan kesehatan gedung, ada Dinas Kesehatan (diskes).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakarakan (Damkar), Hasanuddin menyampaikan salah satu indikator di SLF itu adalah keamanan kebakarannya.

“Sudah banyak yang diperiksa dengan permohonan pemilik, tetapi melanjutkan ke proses selanjutnya yang tidak diperhatikan,” katanya.

Hal ini perlu dicermati oleh pemilik gedung. Bahwa, bukan setelah tim Damkar turun maka bangunan dianggap sudah layak, hal itu masih panjang.

Hingga saat ini, untuk kebakaran di gedung-gedung tinggi hampir tidak terjadi sama sekali. Tetapi bukan itu yang harus dipahami pemilik gedung, namun kondisi kelayakan seluruh gedung. (*)