oleh

Waspada Kejahatan Skimming!

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kasus raibnya dana nasabah di sektor perbankan kian marak. Mulai dari pembobolan rekening nasabah oleh oknum pegawai internal bank, hingga motif lama seperti kejahatan skimming, masih juga terjadi.

Skimming merupakan salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode pishing. Pishing dilakukan dengan cara mencuri data penting orang lain, termasuk antara lain data bank seperti nomor rekening, data ATM seperti nomor kartu dan PIN, serta data kartu kredit seperti nomor dan jenis kartu serta PIN, dan sebagainya.

Pakar Ekonomi Universitas Muhamadiyah Makassar, Abdul Muthalib mengatakan, pencurian data nasabah dengan metode skimming bukan hal baru. Metode ini dilakukan dengan menempelkan alat yang disebut skimmer pada mulut mesin ATM. Alat itulah yang akan menduplikat data yang ada pada kartu ATM nasabah.

“Kejahatan internet itu dari dulu sudah ada. Setiap saat sebagai nasabah kita harus terus mawas. Jangan lemah dalam mengantisipasi keamanan sistem karena setiap sistem itu pasti ada kelemahannya,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh akademisi Universitas Sawerigading, Dr. Dian Eka Kusuma Wardani, dengan judul Penegakan Hukum oleh Kepolisian RI Terhadap Kejahatan Skimming di Indonesia, tindak kejahatan ini masuk dalam kategori pelanggaran undang-undang informasi transaksi elektronik (UU ITE).

Kata Dian, tindak kejahatan skimming dapat dilihat berdasarkan pasal 363 ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 30 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik tentang akses ilegal.

Selain itu, bisa juga dilihat melalui pasal 3 undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.