oleh

LAZIS Ikhlas Peduli Umat (IPU) Pertama Skala Propinsi Sulawesi Selatan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Drs. Tarmizi, MA., menyerahkan secara langsung SK Pemberian Izin Kepada Yayasan Ikhlas Peduli Umat sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Propinsi di Sulawesi Selatan, di kantor layanan IPU Zakat Jalan Sultan Alauddin, No. 24, Kecamatan Rappocini, Makassar Sulawesi Selatan, Senin 13 September 2021 kemarin.

Penyerahan SK tersebut juga menjadi ajang silaturahmi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI kepada IPU Zakat bersama dengan beberapa LAZ perwakilan yang ada di Sulawesi Selatan seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Yatim Mandiri, Inisiatif Zakat Indonesia, Lazis MU, Daarut Tauhid Peduli, dan BMH. Dilanjutkan pembinaan secara singkat oleh direktur yang dipandu oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Wakaf Kemenag Wilayah Sulawesi Selatan, Bakri, ME.

Dalam pengantarnya Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Sul-Sel menyampaikan, bahwa lembaga resmi LAZ yang beroperasi di Sulawesi Selatan ada sekitar 20, dan IPU Zakat sebagai LAZ pertama skala Propinsi Sulawesi Selatan.

“Perkembangan lembaga filantropi yang telah berkordinasi dan mendapatkan izin secara resmi hingga hari ini baru 10 LAZ, sehingga diharapkan bagi LAZ yang ada untuk segera menyelesaikan izin agar dapat menjalankan amanah dengan baik sebagai pengelola LAZ yang sah menurut undang-undang. Mari terus bersinergi dan memasukkan laporannya secara berkala, karena kami akan menindak secara tegas bagi LAZ yang tidak memiliki izin,” jelas Bakri.

Sementara Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Drs. Tarmizi, MA., menyampaikan, bahwa berdasarkan penelitian skala international bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat paling dermawan di dunia, hadirnya IPU Zakat menjadi harapan besar untuk membantu pemerintah berperan dalam pengumpulan dan pendisitribusian masyarakat dermawan yang ada di Sulawesi Selatan.

“Pada perkembangan LAZ ada yang mendapatkan izin atau dan belum mendapatkan izin, sehingga pemerintah terlibat dalam pemantauannya, karena jangan sampai ada lembaga yang berafiliasi dengan teroris, kami dari pemerintah sudah menutup izin bagi LAZ yang ditemukan terbukti turut membiayai organisasi terlarang tersebut. Jadi jangan sampai ada lembaga di Sulawesi Selatan ikut terlibat, kami tidak segan-segan menutup dan menindaki secara tegas,” tegas Tarmizi.

Jika dilihat lebih jauh, lanjutnya, produktifitas zakat sangat tinggi di Indonesia, tetapi realisasinya belum maksimal terutama laporannya baru sekitar 20 persen.

“Hadirnya semua Lembaga Amil zakat ini diharapkan lebih intens berkomunikasi dan memberikan laporannya secara berkala, dan turut serta memberdayakan masyarakat di Indonesia khusunya umat Islam,” harap Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI ini.

Ia pun mengimbau para amil dan Yayasan Ikhlas Peduli Umat kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk berzakat, berinfak, bersedekah dan berhibah di IPU Zakat, karena lembaga ini adalah lembaga yang turut serta memberdayakan masyarakat di Sulawesi Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya. (*)