oleh

DPP PDIP Belum Respon Pergantian Ketua DPC Maros

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – DPD PDIP Sulsel saat ini telah mengusulkan ke DPP masalah yang terjadi di internal partai berlambang Banteng Moncong Putih ini di DPC Maros dan Gowa.

DPD PDIP Sulsel mengusulkan pembekuan Ketua DPC PDIP Maros, M Jafar kepada DPP. DPD menilai M Jafar tak bekerja selama dilantik menjadi ketua.

Ketua Badan Kehormatan DPD PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona mengatakan, sejauh ini permasalah di DPC Maros dan Gowa telah dia sampaikan tapi prosesnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari DPP karena kata dia situasi saat ini masih Covid-19.

“Kalau kami di DPD Provinsi sudah selesai (mekanismenya). Ini sudah kami usulkan yang terbaik untuk (DPC) Kabupaten Maros,” kata Andi Ansyari saat ditemui di DPRD Sulsel, Selasa (14/9).

Ansyari menambahkan, setiap tingkatan pengurus mulai dari DPP, DPD dan DPC wajib melakukan konsolidasi. Struktur partai mesti dibenahi dalam menghadapi perhelatan politik 2024 mendatang.

“Pengalaman di DPC Maros, mereka tak mendapatkan satu pun kursi. Memang pernah dapat satu (periode sebelumnya), tapi sekarang waktu Pileg 2019 tak ada kursi di sana. Tentu kita evaluasi. Ada apa?,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah pihaknya melakukan evaluasi di DPC Maros, ditemukan bahwa konsolidasi partai tidak berjalan. Sehingga pihaknya berupaya mencari orang yang siap bekerja untuk membesarkan partai berlambang banteng moncong putih.

Soal DPC Gowa, Ansyari tak mau menyebutkan siapa yang diusulkan bakal diganti. Karena ketua dan sekretarisnya yang bersoal. Keduanya sudah tak saling memahami lagi.

“Kita melihat ketua DPC dan sekretarisnya memang tidak sepaham. Kita sudah panggil dan kita sudah laporkan, tinggal menunggu prosesnya dari DPP,” bebernya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel ini mengaku, DPD memberikan hak sepenuhnya kepada DPP untuk menentukan sikap terhadap persoalan DPC Maros. Sebab itu kewenangan DPP.

“Kita tadinya mau mereka berdua kembali bekerja seperti semula. Tapi sampai terakhir (komunikasinya), tidak bisa memang bekerja sama,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua DPC PDIP Maros, M Jafar mempersilahkan DPD jika mengambil langkah pengusulan pembekuan kepengurusannya kepada DPP. Namun ia mengaku akan siap melawan.

“Silakan saja. Tapi pada AD/ART Pasal 21 menyebutkan bahwa jika ada pembekuan kepada DPC atau DPD dan merasa tidak pernah melakukan kesalahan, maka wajib melaporkannya ke Badan Kehormatan Partai DPP. Saya siap klarifikasi,” singkatnya. (*)