oleh

DPMPTSP Sinjai Gelar Bimtek Bagi Ratusan Pelaku Usaha, Bupati ASA: Ini Wujud Visi Misi Pemkab

SINJAI, RAKYATSULSEL.CO- Sebanyak 240 Pelaku Usaha mengikuti Bimbingan Teknis kemudahan berusaha yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rabu, (15/9).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Pertemuan Wisma Sanjaya Putra dibuka langsung oleh  Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA).

Kadis PMPTSP Lukman Dahlan dalam laporannya menyampaikan melalui kegiatan ini para pelaku usaha diharapkan dapat menerima informasi, pengetahuan serta keterampilan dalam hal pengoperasian Online Single Submission (OSS) untuk legalisasi perizinan berusaha.

“Adapun target peserta sebanyak 240 orang pelaku usaha yang terbagi atas 8 angkatan, dimana setiap angkatan terdiri dari 30 orang pelaku usaha dari seluruh kecamatan,”ujarnya.

Sementara, Bupati Sinjai, ASA dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan ini karena merupakan wujud dan implementasi dari pencapaian visi dan misi Pemkab Sinjai periode 2018-2023.

“Sosialisasi ini merupakan wujud nyata dari keseriusan Pemkab untuk mendukung, mempercepat pelaksanaan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha sehingga memberi dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kabupaten Sinjai, kata ASA, butuh kehadiran pengusaha-pengusaha tangguh yang memiliki kualitas dan kapasitas sumber daya manusia, memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, tahan terhadap tantangan dan mampu memanfaatkan peluang serta dapat bertahan dalam kondisi sesulit apapun.

“Oleh karena itu, salah satu program Pemkab Sinjai adalah mewujudkan kemudahan berusaha. Kemudahan berusaha yang dimaksud selain perizinan melalui OSS kami juga mendorong setiap OPD teknis untuk membantu pelaku usaha dalam hal menerbitkan perizinan lainnya, ” kata ASA.

Bupati ASA menambahkan, melalui plikasi OSS ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku usaha sehingga dapat mendaftarkan usahanya cukup di rumah saja.

“Pemerintah saat ini memberikan kemudahan pelaku usaha dalam memperoleh izin usaha, bahkan ada yang gratis, untuk itu saya sangat mengharapkan agar tidak lagi ada yang menggunakan calo yang tentu merugikan pelaku usaha sendiri, jika ditemukan ada calo atau pungutan liar (pungli) silahkan laporkan ke pihak yang berwenang, ” tandasnya. (Humas Kominfo).