oleh

AIA Minta Bendung Gerak Tempe Jadi Perhatian Menteri PUPR

WAJO, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Bendung Gerak Tempe di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bendung gerak Tempe merupakan infrastruktur sumber daya air yang membendung aliran sungai Cenranae guna mempertahankan muka air Danau Tempe agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan masyarakat.

Andi Iwan Aras mengatakan, selama berada di Komisi V DPR RI yang bermitra langsung dengan Kementerian PUPR, juga selaku putra daerah selalu berupaya maksimal agar Danau Tempe mendapatkan penanganan yang maksimal.

“Sebab Danau Tempe merupakan salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia yang sebelumnya mengalami pendangkalan akibat massifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi, dan okupasi lahan sehingga kerusakan Danau Tempe hari ini sangat nampak dan terus merendam ribuan hektar persawahan masyarakat pesisir Danau Tempe,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini kepada Wartawan Minggu (12/9/2021).

AIA juga meminta langsung kepada Menteri Basuki, agar penyelamatan Danau Tempe ini menjadi prioritas agar bisa mendapat perhatian khusus, sebab Bendung Gerak Tempe ini membendung aliran air dari Danau Tempe pada musim hujan sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Cenranae dan mempertahankan muka air danau pada musim kemarau pada elevasi tertentu untuk menjaga ketersediaan air di area pertanian dan perikanan.

“Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Ditjen Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PUPR terus melakukan revitalisasi berupa pengerukan, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis guna mengembalikan fungsi alami Danau Tempe,” jelasnya.

Bendung gerak yang telah selesai pembangunan pada 2013 tersebut, selain memberikan manfaat di bidang pertanian dan perikanan, juga sebagai penyedia pasokan air baku untuk kebutuhan air PDAM di kota/kabupaten sekitarnya dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) serta sebagai sarana pariwisata dan transportasi air dari Sungai Cenranae ke Danau Tempe. (*)