oleh

NH Evaluasi Kinerja Tim Sukses

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Nurdin Halid (NH) mengevaluasi kinerja timnya dalam rangka menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024 nanti.

Dia bertemu dengan ketua tim, Farouk M Betta dan Sekretaris Irwan Muin di Caffe Hai Hong Makassar, Kamis (9/9). Hadir juga Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulsel, Kadir Halid.

Pertemuan berlangsung selama hampir tiga jam. Mereka juga berdiskusi membahas dinamika Partai Golkar Sulsel dan dinamika politik Sulsel selama setahun ini.

“Hari ini kita evaluasi kerja tim, saya menanyakan sejauh mana respon kader dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejau ini ada tugas diemban oleh tim kecil tersebut, yakni, menayakan seluruh kader Golkar se-Sulsel soal respon mereka jika NH maju Pilgub atau tidak.

“Kedua, menanyakan ke rakyat untuk saya maju. Ini kita evaluasi hari ini,” jelas mantan ketua DPD I Golkar Sulsel itu.

“Makanya saya ke Makassar untuk evaluasi. Tanyakan kader Golkar Sulsel keberadaan NH, kalau kader katakan iya lanjut tugas kedua, kalau katakan tidak selesai tugasnya,” tuturnya.

NH menambahkan, pihaknya terus mempersiapkan diri menakar peluangnya kembali maju calon Gubernur Sulsel.

Ia juga mengaku mendapat dorongan maju Pilgub Sulsel dari sejumlah pihak dan sahabat.

Untuk itu Nurdin Halid membentuk tim untuk mengukur keinginan kader Golkar Sulsel maupun masyarakat.

“Banyak informasi ke saya minta untuk kembali mengabdi di Sulsel, tapi saya belum mengiyakan,” terangnya.

Untuk itu, menurut NA, bisa menjawab semua pertanyaan, saran, dan masukan dari berbagai tokoh Sulsel, maupun luar Sulsel, makanya saya perintakan tim untuk tanya dulu bagaimana pendapat kader Golkar Sulsel.

“Sesudah itu ketika pendapat mereka mengatakan bahwa NH maju lagi. Baru ditanya lagi masyarakat. Terkait mekanisme memenuhi keinginan masyarakat luas terhadap Golkar terlebih dahulu,” sambung NH.

NH menyatakan, di Golkar itu ada mekanisme tetapi banyak faktor dan kriteria, baik survei.

“Biar orang mau didukung secara pernyataan oleh orang, tapi kalau survei tidak mendukung, tidak bisa juga kita maju,” katanya.

Sekedar informasi, Pilbug Sulsel 2024 berpeluang tanpa petahana Nurdin Abdullah. Gubernur Sulsel nonaktif itu tersandung kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Halid yang berpasangan Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.162.751 suara, hanya kalah dari pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang meraih 1.867.303. (*)